Bincang-Bincang Jurusan Oseanografi

Bincang-Bincang Jurusan Ilmu Kelautan
January 21, 2019
Bincang-Bincang Jurusan Teknik Kelautan
January 25, 2019

Siapa nih yang sudah tidak sabar untuk tahu sesi bincang-bincangnya dengan teman-teman yang berkuliah di jurusan Oseanografi? Jika kemarin kita sudah tahu bagaimana berkuliah di jurusan Ilmu Kelautan, sekarang waktunya untuk kamu yang berminat di jurusan Oseanografi. Pada kesempatan ini, tim Oceanpulse dipertemukan dengan kedua narasumber yaitu Alfian dan Elland. Keduanya berkuliah di jurusan Oseanografi, namun berbeda universitas. Alfian berkuliah di Universitas Diponegoro sedangkan Elland merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung. Yuk simak dibawah ini!


Sekarang kesibukannya apa?

Alfian    : Kuliah mau masuk semester 6, kalau organisasi tahun 2018 jadi ketua himpunan, tinggal nunggu lengser aja sih. Sama ada satu organisasi lain, tapi jadi anggota aja.

Elland    : Kerja di REKAM sampai akhir Januari dan akan mulai orientasi dan kerja di Kementrian Kelautan dan Perikanan pada awal Februari 2019 sebagai CPNS.

Kenapa pilih jurusan Oseanografi?

Alfian    : Aku dulu milih jurusan Oseanografi karena keren aja namanya hehe, dan sebenernya engga kepengen kesitu sih. Tapi karena engga lulus di SNMPTN, aku coba ikut ujian mandiri di Undip. Ya mau gamau cari yang passing grade nya rendah, dan liat ada jurusan ose. Dan yaudah ambil aja disitu hehe

Elland    : Karena salah satu mimpiku adalah bermanfaat buat masyarakat pesisir khususnya dan bisa berimajinasi dengan laut.

Ekspektasi awal sebelum kuliah kaya gimana?

Alfian    : Belum tau apa-apa tentang Oseanografi sih, yang aku tau cuma itu jurusan tentang laut gitu, jadi engga ekspektasi apa-apa.

Elland    : Bisa buat penelitian dan bisa bikin energi terbarukan dari laut, pengetahuan tentang konservasi lingkungan dan masyarakatnya banyak, tapi engga terlalu banyak biologinya.

Pengalaman kuliahnya ngapain aja?

Alfian    : Oseanografi itu sendiri salah satu departemen yang ada di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip. Kalau menilik sejarah, dulu FPIK hanya punya dua jurusan yaitu Perikanan dan Ilmu kelautan. Di jurusan ilmu kelautan ada dua program studi yaitu ilmu kelautan dan oseanografi. Jadi oseanografi itu salah satu program studi dalam jurusan ilmu kelautan. Baru setalah Undip menjadi PTNBH, oseanografi bukan jadi program studi, tetapi menjadi departemen. Jadi departemen oseanografi sendiri, dan departemen ilmu kelautan sendiri. Kedua departemen tersebut langsung dibawah fakultas.

Nah apa sih bedanya oseanografi dan ilmu kelautan yang ada di Undip. Secara garis besar perbedaannya di pendalaman keilmuannya. Oseanografi mendalami fenomena fisis lautan. Sementara ilmu kelautan mendalami tentang biologi atau kehidupan lautannya. Meskipun di awal-awal semester kita belajar semua yaitu fisika, kimia, biologi, geologi laut.

Di semester satu itu matkulnya masih dasar, kaya fisika dasar, kimia dasar, biologi, dan pengenalan pengenalan mengenai oseanografi. Baru mulai menjurus itu di semester 3 yaitu udah mulai belajar oseanografi fisika, yang di dalam oseanografi fisika itu sendiri ada arus, gelombang dan pasang surut. Lalu lebih menjurus lagi di semester 4, dimana arus, pasang surut dan gelombang menjadi matkul satu persatu. Kalau semester 3, hanya satu matkul yaitu oseanografi fisika yang sudah mencakup semua. Lalu di semester 5 lebih menjurus lagi dan langsung mempelajari penerapannya di pantai seperti hidrolika pantai, rekayasa oseanografi, tentang bangunan pantai dll. Dan aku kuliah baru sampai situ sih. Oh iya ada matkul-matkul penting yang belom aku sebut kaya pemodelan oseanografi, terus penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) kelautan, geologi laut. Kalau di oseanografi tidak ada penjurusan. Jadi ya semuanya di pelajari. Akan tetapi di semester 6 ada matkul pilihan dimana kita bisa memilih matkul apa yang ingin kita pelajari lebih dalam. Contohnya matkulnya itu seperti reklamasi, terus tata wilayah pantai dll. Itu masalah matkul garis besar kaya gitu sih sampai semester 5.

Lalu kalau masalah tugas ya bisa dibilang banyak tugas lah, dari mulai semester satu yang masih tulis tangan laporannya, sampai semester 3 itu masih tulis tangan. Meskipun beberapa ada yang diketik. Tapi semester 4 dan 5 diketik semua. Dan anak oseanografi itu ya paling sibuk lah dibanding yang lain kalau di FPIK. Karena kerjaan kita menghadap laptop terus untuk mengerjakan laporan maupun mengolah data dll. Saat semester 4, bisa kita setiap hari praktikum dari jam 5 sampe jam 5 malam. Itu berlangsung selama 7-8 minggu. Dan setiap hari selalu ada tugas dan laporan. Dimana mengerjakan laporannya pun harus direkam agar dosen tau bahwa kita tidak copas kerjaan teman. Pokoknya semua tugas dan laporan di rekam dan ada muka kitanya.

Lalu yang menarik lagi adalah praktikum lapangan. Praktikum lapangan kita dilaksanakan di kampus Undip di Teluk Awur, Jepara. Di sana biasanya nginep 2 – 4 hari. Dan di sana udah ada asramanya. Praktikum lapangannya kita langsung mengukur arus, pasang surut, dan gelombang selama 24 jam nonstop secara bergantian. Selain itu segala kegiatan praktikum lapangan akan didokumentasikan dan dibuat laporan berbentuk vlog. Vlog ini nantinya akan diupload ke Youtube sebagai bahan penilaian dosen.

Elland    : Tingkat satu banyak adaptasi ke kuliah dan lingkungannya, masih mempelajari matkul fisika dasar, matematika dasar, kimia dasar, dsb. Masuk ke program studi, emang banyak fokus dalami ose, kemudian kegiatan himpunan. Tingkat kedua masih belajar tentang basic ilmu ose seperti Mekanika Fluida, Hidrodinamika, Komputasi, dan ada juga matkul dari prodi Fisika dan Matematika yang wajib diambil. Tingkat tiga mulai mempelajari Arus, Gelombang, Pasang Surut, dan Pemodelan Oseanografi secara mendalam. Selain itu juga sudah mulai banyak praktikumnya. Tingkat empat sudah mulai memikirkan mau mengerjakan tugas akhir mengenai apa.

Hal apa yang paling membedakan jurusan Oseanografinya dengan di universitas lain?

Alfian    : Di FPIK sendiri punya banyak sekali UKM atau unit kegiatan mahasiswa. Dan UKM yang bertemakan kelautan ada banyak, aktif dan berprestasi. Ada KESEMAT, organisasi mangrove, menjadi organisasi pemuda terbaik se-ASEAN. Ada REGISTER, tentang indraja dan SIG. Ada FARMASEA, tentang farmakologi laut. Ada SEAWEED, tentang rumput laut. Ada SEACREST tentang lamun. Ada MDC atau Marine Diving Club, klub selamnya kelautan, lebih mempelajari tentang karang. Ada COMED, tentang pemodelan oseanografi. Ada SONAR, tentang survei dan instrumentasi kelautan. Ada juga HSE kelautan. Jadi mahasiswa di oseanografi jika minat pada bidang tersebut bisa bergabung ke salah satu UKM untuk belajar bersama dan mengadakan kegiatan bersama. Aku sendiri tergabung ke dalam REGISTER.

Elland    : Basic program studinya. Kalau ose ITB emang banyak fokus ke fisis laut dan pemodelannya. Itu bagus karena masih jarang yang begitu. Kebanyakan mah biologi dan ose ya sebatas kayak mempelajari parameter ose aja (sst, klorofil, ph dsb). Padahal ya engga cuma itu.

Apa suka duka kuliah di jurusan Oseanografi?

Alfian    : Ya banyak sukanya, kita bukan anak teknik tapi bisa dibilang keluarga kelautan kita oke!! Mantaplah pokoknya. Kalau dukanya ya biasalah harus menjalani semester-semester neraka yang membuat jarang tidur, nangis-nangis mungkin kalau orang lain.

Elland    : Full banget padat merayap dah kuliahnya, laporannya, tugas-tugasnya. Kemudian penuh dengan dosen yang cukup unik hehehe. Sukanya, parah kita emg ditempa dengan sangat sulit dan bareng-bareng, jadi ya bisa aja sampe sekarang masih keep in touch. Belajar toleransi juga sih. Belajar bekerja sama hingga beneran ngajarin satu sama lain aja klo ada yang engga bisa masalah kuliah.

Matkul yang paling disukai sama tidak disukai apa? Alasannya?

Alfian    : Apa ya.. Aku orangnya engga akademis banget jadi gatau

Elland    : Yang paling disukai itu remote sensing dan oseanografi lingkungan. Yang engga disukai pemodelan hahaha

Pesan untuk adik-adik yang mungkin mulai berminat ambil jurusan Oseanografi

Alfian    : Yang mau ke oseanografi, aku tau pasti ketika kamu masuk engga akan sesuai 100% dengan ekspetasimu. Tapi tetap yakinkan pilihanmu di Oseanografi. Dengan keyakinan itu, kamu akan terus mengeksplore ilmu Oseanografi hingga kamu membuat Oseanografi adalah ilmu yang akan menuntunmu menuju kesuksesanmu.

Elland    : Jangan berekspektasi bakal dapat banyak dari ose, tapi banyak-banyak berimajinasi bakal bisa apa dengan ose dari ITB untuk laut Indonesia khususnya. Jadi, pikirkan matang-matang dan jangan hanya bilang “salah jurusan” di akhirnya 🙂


Nah, begitulah kira-kira isi perbincangannya. Semoga buat kamu yang sudah tertarik untuk mengambil jurusan Oseanografi menjadi semakin mantap. Semoga juga bisa memberikan sedikit gambaran mengenai perkuliahan di jurusan tersebut. Selanjutnya, siap-siap ya untuk yang berminat mengambil jurusan Teknik Kelautan, tanya-jawabnya akan ada di artikel berikutnya. Jadi pantau terus Oceanpulse ya!

10 Comments

  1. Annisa Aulia says:

    Setuju banget! Jangan cuma mikirin bisa dapet apa karena kuliah di sini, tapi mikir gimana bisa berkreasi dengan ilmu yang kita punya!

    Semangat selalu semua oseanografer!

  2. Syifa Nabila says:

    Aku mau tanya, kalau mau masuk ke jurusan itu apa harus bisa renang? Terimakasih

  3. fawwaz naufal says:

    apa aja sih kak yang harus di siapkan untuk masuk ke jurusan oseanografi?

  4. fawwaz naufal says:

    kak apa aja yang di siapin buat masuk ke oseanografi

  5. Putri Ayu Aprilia says:

    Jadi lebih fokus ke fisika sama mtknya ya kak??? Waduuh

  6. Stefanie says:

    Boleh bertanya kk? Jurusan ips bisa gak coba jurusan oseanografi? Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *