Dari Mana Asal Mula Laut Itu?

Finding Nemo: Melihat Kehidupan Bawah Laut melalui Film Animasi
March 28, 2019
Kehidupan di Bawah Permukaan Air Laut
April 8, 2019
asal-mula-laut

Laut menutupi 71% permukaan Bumi dan baru 5% saja yang sudah dijelajahi. Di bumi ini hanya terdapat satu lautan besar, hanya saja diberi nama berbeda-beda berdasarkan letak geografisnya. Laut yang merupakan tempat awal bermulanya kehidupan di Bumi pada 3,5 milyar tahun yang lalu (Mt), mengandung 96% dari seluruh air yang ada di Bumi[1]. Laut merupakan sumber kehidupan di Bumi, dimana semua makhluk hidup secara langsung ataupun tidak langsung bergantung pada laut. Keberadaannya tentu menjadi suatu pertanyaan di dalam diri kita tentang bagaimana teori asal mula laut terbentuk hingga seperti yang kita ketahui saat ini.

Teori Asal Mula Laut

Terdapat beberapa teori mengenai bagaimana air dapat terkumpul cukup banyak di muka Bumi hingga dapat membentuk lautan. Ada yang mengatakan akibat aktivitas vulkanik, dimana letusan gunung berapi yang mengandung uap air terkondensasi dan menghasilkan hujan, hingga lama kelamaan menjadi lautan[2]. Ada pula yang mengatakan bahwa dari awal terbentuknya Bumi sudah terdapat air, dimana Bumi pada saat 4 Mt ternyata tidak sepanas seperti yang dikira selama ini[3]. Organisme pada masa teroksidasinya Bumi, peningkatan kandungan oksigen di atmosfir akibat proses fotosintesis oleh mikroba, dianggap juga berperan dalam pembentukan air di muka Bumi[2]. Tabrakan antara Bumi dengan komet, meteorit, dan/ atau planet kerdil juga dianggap berperan dalam membawa air ke muka Bumi.

Berdasarkan hipotesa “Bumi yang dingin”[4], Bumi pada saat 4.2 Mt sudah memiliki lautan bahkan kemungkinan beku di sebagian sisinya. Hal ini dikarenakan pada saat itu Matahari hanya memancarkan 70% energi dibandingkan saat ini, sehingga memungkinkan terbentuknya hamparan/ lautan es. Namun kondisi udara sangat panas akibat pemanasan global, seperti yang sedang terjadi sekarang, dengan intensitas tinggi dikarenakan kandungan terbesar di atmosfir pada saat itu adalah CO2. Lautan dinyatakan berperan dalam mendinginkan kondisi tersebut dengan menyerap kandungan CO2 di atmosfir secara perlahan, yang nantinya “diserap” oleh lempeng tektonik di zona subduksi. Setelah mendinginnya kondisi udara tersebutlah muncul kehidupan di muka bumi yang diawali dalam bentuk mikroba.

Lahirnya Kelima Samudra

Dari awal terbentuknya Bumi, hanya terdapat satu lautan besar yang sampai sekarang masih ada, yang berubah hanyalah lapisan kerak bumi. Pergerakan lapisan Bumi membuat bentuk daratan berubah-ubah seperti dapat dilihat pada Gambar 1, dimana pada 300 juta tahun yang lalu (Jt) terbentuk benua raksasa bernama Pangaea yang dikelilingi oleh satu lautan besar bernama Panthalassa[6]. Pada saat hanya terdapat satu benua raksasa, tinggi muka air rata-rata lebih rendah dibandingkan ketika benua tersebut terpecah/ terpisah. Hal ini disebabkan oleh perubahan pada lapisan kerak bumi di dasar laut (oceanic lithosphere) yang mempengaruhi kedalaman dasar laut[7]. Pergerakan lapisan kerak bumi tersebut yang membuat daratan/ benua terpisah-pisah seperti sekarang ini, dimana Kepulauan Indonesia merupakan salah satu hasilnya. Perubahan tersebut juga menyebabkan lautan “terpisah” secara geografis, sehingga memiliki beberapa nama seperti sekarang ini. Saat ini terdapat lima samudra yang bernama Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, Samudra Hindia, Samudra Arktik, dan Samudra Selatan/Antartik.

Asal Mula Laut

Gambar 1. Proses pembentukan benua di bumi hingga terbentuk seperti saat ini

 

Penulis: Adib

Editor: Nissa

 

Referensi

[1] https://www.noaa.gov/oceans-coasts

[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Origin_of_water_on_Earth

[3] John W. Valley; William H. Peck; Elizabeth M. King; Simon A. Wilde; et al. (2002). “A cool early Earth”.

[4] https://www.nytimes.com/2008/12/02/science/02eart.html?8dpc

[5] https://en.wikipedia.org/wiki/Supercontinent_cycle

[6] https://en.wikipedia.org/wiki/Superocean

[7] Parsons, Barry; Sclater, John G. (1977). “An analysis of the variation of ocean floor bathymetry and heat flow with age”. Journal of Geophysical Research. 82 (B5): 802–827.

 

1 Comment

  1. […] menjaga laut terutama habitat di dalamnya. Kami mengawali dengan memberikan informasi mengenai bagaimana laut bisa terbentuk hingga masalah-masalah yang dialami oleh laut. Ketika kita sudah tahu lebih dalam mengenai kedua […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *