Definisi Makroalga, Bukan Rumput Laut Sebenarnya

software untuk mahasiswa kelautan
10 Software untuk Mahasiswa Kelautan
July 14, 2020
Cara Pendataan Karang dengan Metode PIT
Cara Pendataan Karang dengan Metode PIT (Point Intercept Transect)
August 4, 2020
definisi makroalga

Pernahkah kalian mendengar makroalga atau seaweed? Sangat jarang orang mengetahui definisi makroalga meskipun mereka sering melihatnya di es rumput laut. Secara bahasa, seaweed lebih mengacu pada ganggang laut (sea:laut;weed:ganggang). Jika dilihat dengan kasat mata bentuk makroalga sangatlah jauh berbeda dengan bentuk rumput di darat. Bentuk makroalga sangat bervariasi mulai dari berbentuk jaring, benang, seperti anggur, seperti kipas, dsb. Biota laut yang bentuknya sangat mirip seperti rumput sebenarnya yaitu lamun atau seagrass. Lalu mengapa makroalga masih disebut rumput laut? Hal ini dikarenakan penggunaan nama rumput laut telah digunakan dalam perdagangan makroalga di dunia sehingga digunakan hingga saat ini.

definisi makroalga

Ilustrasi Bentuk Makroalga Tidak Seperti Rumput (Sumber : https://www.dictio.id/t/apa-yang-anda-ketahui-tentang-makroalga/121791)

Definisi makroalga!

Makroalga secara ilmiah didefinisikan sebagai alga berukuran besar mulai dari beberapa centimeter sampai bermeter-meter (Ira et al. 2018). Pada makroalga tidak terdapat akar, batang, dan daun sejati. Struktur tubuh makroalga berupa thalus dan holdfast serta memiliki klorofil sehingga mereka dapat berfotosintesis. Makroalga banyak terlihat hidup menempel secara epifit (tumbuh dengan cara menumpah pada makhluk hidup lain) di perairan dangkal atau pantai berbatu karang. Dalam keberlangsungan hidupnya, makroalga dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain, suhu, cahaya, pH, dan nutrient. Setiap makroalga memiliki kriteria faktor tertentu untuk membantu mereka tumbuh optimal. Jika kondisi lingkungan tidak sesuai, mampu memperlambat atau menghambat pertumbuhan makroalga.

Jenis makroalga

Jenis makroalga ada 3 yaitu alga hijau (Chlorophyta), alga merah (Rhodophyta), dan alga coklat (Phaeophyta) (Dawes 1981 dalam Marianingsih et al. 2013). Setiap jenis dibedakan berdasarkan pigmen yang mendominasi. Pada chlorophyta, pigmen yang mendominasi yaitu klorofil sehingga tubuhnya yang berwarna hijau. Contoh dari Chlorophyta yaitu Caulerpa sp., Codium sp., Halimeda sp., dsb. Rhodophyta memiliki pigmen fikorietrin yang dominan sehingga tubuhnya berwana merah, contohnya Gracilaria sp., Laurencia sp., dsb. Sedangkan Phaeophyta memiliki tubuh berwarna coklat karena didominasi oleh pigmen fikosantin, contohnya yaitu Padina sp., Turbinaria sp., Dictyona sp., dsb. Pigmen inilah yang menyebabkan di pinggir pantai banyak makroalga dengan berbagai warna.

Manfaat-manfaatnya

Tahukah kamu manfaat makroalga di ekosistem mereka? Secara ekologi, makroalga merupakan produsen di laut sehingga sangat berperan dalam rantai makanan. Biota yang umumnya membutuhkan makroalga sebagai makanan mereka yaitu bulu babi, gastropoda, dan ikan. Selain itu, makroalga menyediakan habitat serta tempat perlindungan untuk berbagai biota seperti molusca, echinodermata, ikan, dsb. Makroalga mampu menahan ombak dari bentuknya yang rimbun. Makroalga juga diketahui memiliki kemampuan menyerap karbon untuk membantu mengurangi pemanasan global.

Apakah kamu pernah makan es rumput laut? Jika ya, maka kamu pernah mencoba salah satu jenis alga yang bisa dimakan yaitu Euchema. Makroalga juga dijadikan bahan utama untuk membuat agar-agar. Makroalga penghasil agar disebut agarofit contohnya Gracilaria spp, Gelidium spp, dan Gelidiela spp (Denantica 2012). Selain itu, kandungan Na-Alginofat makroalga dapat dimanfaatkan untuk kosmetik, obat-obatan, cat, tekstil, kertas, makanan, dan minuman. Contoh makroalga yang digunakan untuk obat yaitu Gracillaria verrucosa yang terbukti memiliki khasiat antibakteri dan antivirus (Amaranggana dan Wathoni 2017). Salah satu jenis makroalga yang merupakan produk unggulan untuk ekspor yaitu Euchema cottonii.

Bisa merugikan juga

Namun, selain bermanfaat makroalga juga dapat merugikan. Beberapa makroalga epifit bersifat parasit pada makroalga budidaya (Nurdiana et al. 2016 dalam Ghazali et al. 2018), contohnya yaitu Chaetomorpha linum, Acanthophora spicifera, Ceramium sp., dsb. Makroalga epifit dapat menembus thalus inang dengan holdfast-nya dan menyerap nutrisi. Hal ini membuat inang kekurangan nutrisi sehingga dapat menyebabkan kegagalan panen.

Nah itu tadi penjelasan mengenai definisi makroalga. Semoga bisa membuat kita semakin mengenal makroalga ya!

 

Penulis: Lutfia Nurul I.

 

Referensi:

Amaranggana L, Wathoni N. 2017. Manfaat alga merah (Rhodophyta) sebagai sumber obat dari bahan alam). Majalah Farmasetika. 2(1): 16-19.

Denantica DP. 2012. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor rumput laut dan kajian trend volume ekspor rumput laut Indonesia ke China (Periode tahun 1999-2011) [skripsi]. Bogor (ID):Institut Pertanian Bogor.

Ira, Rahmadai, Irawati N. 2018. Komposisi jenis makroalga di Perairan Pulau Hari Sulawesi Tenggara. Jurnal Biologi Tropis. 18(2):141-158.

Ghazali m, Mardianan, Menip, Bangun. 2018. Jenis-jenis Makroalga Epifit pada budidaya (Kappaphycus alvarezii) di Peraiaran Teluk gerupuk Lombok Tengah. Jurnal Biologi Tropis. 1892):208-215.

Nurdiana, Kasim M, Yusuf S. 2016. Studi tentang komposisi jenis dan keanekaragaman makroepifit pada budidaya rumput laut di Perairan Darawa Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan. 1(1):93-98.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *