Dugong Mamalia Laut, Bukan Mermaid

pendataan ikan karang
Metode Pendataan Ikan Karang
September 3, 2020
3 Jenis Ubur-Ubur Perairan Indonesia
September 8, 2020
dugong

Mungkin Optijen tidak asing dengan istilah “putri duyung” atau sekarang lebih ngetrend dengan sebutan “mermaid”. Tapi seberapa banyak yang Optijen tahu tentang dugong? Padahal legenda putri duyung berawal dari hewan ini, lho. Tak kenal maka tak sayang, yuk kenalan lebih jauh dengan si mamalia laut ini!

Mengenal Dugong

Dugong memiliki nama ilmiah Dugong dugon, namun di Indonesia biasa dikenal dengan nama “duyung”. Mungkin sebagian besar dari Optijen belum pernah melihatnya secara langsung, ya? Memang, saat ini hewan tersebut sangat sulit untuk dijumpai. Apalagi sekarang termasuk ke dalam status rentan dalam IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources).

Bentuk Rupa

Dugong dewasa rata-rata memiliki panjang 2,7 meter dengan berat rata-rata mencapai 250-300 kilogram. Dilengkapi dengan ekor yang pipih dan bercabang seperti halnya ekor paus dan lumba-lumba. Kulitnya tebal dan halus, serta memiliki moncong yang menghadap ke bawah dengan bibir yang ditumbuhi oleh bulu-bulu kasar seperti sikat.

Penglihatan Minimal dan Pendengaran Maksimal

Dugong memiliki mata dengan ukuran yang kecil dengan pengelihatan yang terbatas. Telinganya juga berukuran kecil, berada di bagian kanan dan kiri kepalanya, serta memiliki pendengaran yang baik. Lubang hidungnya juga berada di bagian kepala yang dilengkapi dengan katup yang bisa menutup ketika ia menyelam ke dalam air. Dugong bisa menyelam selama 3-5 menit hingga akhirnya naik kembali mengambil nafas ke permukaan laut.

Jenis Mamalia

Meskipun di Indonesia dikenal dengan nama duyung, tapi jangan bilang kalau dia itu “ikan duyung” ya Optijen, karena dugong bukan ikan yang bernapas dengan insang. Ia termasuk dalam jenis mamalia, karena bernapas dengan paru-paru, melahirkan dan menyusui anaknya.

Mengasuh Anaknya

Selama dalam asuhan ibunya, anak dugong selalu berada dekat dengan ibunya seakan belajar mengetahui jenis makanan yang bisa dimakan. Anaknya ketika menyusui dengan ibunya, ia akan berada pada bagian ketiak sirip ibunya, karena itu merupakan tempat adanya puting susu. Masa menyusu pada ibunya sampai usia 14-18 bulan. Wah, lama juga ya Optijen!

Makan Lamun

Hal unik lainnya, dugong merupakan satu-satunya mamalia laut herbivora yang ada di perairan Indonesia. Makanannya adalah lamun, dan hanya lamun dari genus Halodule dan Halophila yang dimakan. Jenis lamun yang paling disukai yaitu Halodule univervis. Wah, seenak apa ya lamun jenis ini sampai jadi favoritnya?

Nah gimana nih Optijen, sudah lebih kenal kan sekarang? Semoga bermanfaat ya Optijen!

 

Referensi:

Nontji, Anugerah. 2015. Dugong Bukan Putri Duyung. 132 hlm.

@tamangdugong.id

 

Penulis:

Dewi Asri Anggraini

Creative Information and Communication Intern OceanPulse

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *