In the Heart of the Sea: Era Perburuan Paus

Hari Peduli Sampah Nasional: Yuk, Lindungi Laut dari Sampah!
February 25, 2019
Deepwater Horizon: Kecelakaan Kerja di Lepas Pantai
March 7, 2019

Salah satu film berlatar laut yang wajib kamu tonton adalah In the Heart of the Sea. Film yang diluncurkan pada akhir tahun 2015 ini dibuat berdasarkan novel In the Heart of the Sea: The Tragedy of the Whaleship Essex karya Nathaniel Philbrick. Berkisah tentang seorang penulis Herman Melville yang ingin menulis cerita mengenai perburuan paus yang dilakukan oleh kapal Essex kepada Thomas Nickerson. Thomas merupakan salah satu awak kapal Essex yang berhasil selamat. Cerita yang ditulis oleh Herman Melville menghasilkan sebuah karya novel yang berjudul Moby Dick. Novel tersebut terbit pada tahun 1851 dan dianggap sebagai novel Amerika terbaik pada masanya.

Perburuan Paus

Cerita tentang perburuan paus dimulai ketika Nickerson menceritakan kisahnya. Latar cerita kembali ke masa lalu pada tahun 1820 di sebuah kota pinggir laut Nantucket, sebuah kota nelayan di negara bagian Massachusett. Pada masa itu perburuan paus merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh nelayan untuk mengambil minyak yang terkandung di tubuh paus. Minyak tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar untuk penerangan. Kala itu, seorang pelaut andal bernama Owen Chase yang diperintahkan untuk memburu paus menggunakan kapal Essex. Namun pemilik kapal tersebut lebih memilih George Pollard yang lebih minim pengalaman untuk menjadi kapten karena berasal dari keluarga terpandang, sehingga Chase hanya menjadi kelasi pertama (first mate).

Kapten Pollard (kanan) bersama Owen Chase saat bersiap untuk berlayar

Bertahan Hidup di Luasnya Samudera

Ditengah perburuan paus, kapal Essex tersebut rusak dan tenggelam setelah diserang oleh paus raksasa. Para awak kapal tersebut terpaksa melanjutkan perjalanan dengan tiga buah perahu sekoci dan harus bertahan hidup di tengah samudera. Tentu bukan hal yang mudah untuk bisa bertahan hidup dengan persediaan makanan dan minuman seadanya, sedangkan mereka masih harus menempuh ratusan kilometer untuk sampai daratan. Pada film ini selanjutnya ditunjukkan perjuangan mereka bertahan hidup selama berbulan-bulan di lautan. Berbagai macam cara dilakukan untuk tetap bertahan hidup, bahkan sampai mengorbankan nyawa sekalipun.

Ketiga petahu sekoci yang ditumpangi kru Kapal Essex menuju sebuah daratan yang mereka temui

 

Masih Mengandalkan Angin

Kapal Essex yang digunakan untuk berburu paus

Berlatar waktu pada abad ke 19, film ini memperlihatkan kecanggihan teknologi pada masanya. Kapal yang digunakan masih mengandalkan angin untuk berlayar. Tak heran jika di kapal tersebut memiliki banyak layar-layar membentang yang berfungsi untuk menangkap angin sehingga kapal dapat bergerak. Faktor penting penggerak kapal ini terletak pada bagian layar (sail) dan lunas (keel). Kedua hal ini yang nantinya berperan dalam menghasilkan gaya sehingga kapal dapat melaju sesuai dengan arah yang diinginkan.

Lunas kapal merupakan bagian paling bawah pada kapal yang berbentuk seperti sirip ikan. Ketebalan dari lunas kapal ini berpengaruh terhadap kestabilan kapal supaya tidak terbalik. Semakin besar luas dari lunas kapal maka semakin besar juga gaya dorong yang diberikan oleh air laut. (Paul Schultz)

 

Paus Sperma

Paus sperma (sumber: Britannica.com)

Objek utama pada film ini adalah paus sperma. Paus jenis ini memiliki ukuran yang raksasa dengan panjang tubuh bisa mencapai 18 m dan beratnya mencapai 57000 kg. Nama latinnya adalah Physeter macrocephalus. Paus termasuk mamalia laut yang dapat menahan napasnya selama 2 jam, meskipun rata-rata waktu penyelamannya adalah 90 menit. Makanan utama mereka adalah cumi-cumi yang berada di laut dalam. Menurut IUCN Red List (status konservasi suatu spesies tanaman dan hewan), paus sperma termasuk ke dalam status vurnerable atau berisiko tinggi mengalami kepunahan.

Diburu untuk kebutuhan komersil

Pada kepalanya terdapat cairan berwarna kekuningan dalam jumlah besar yang disebut spermaceti. Para pemburu paus mengira cairan tersebut adalah sperma, maka dari itu paus ini disebut paus sperma. Namun peneliti mengatakan bahwa cairan ini berfungsi untuk membantu paus dalam mengontrol daya apungnya ketika menyelam. Pada film ini paus sperma menjadi buruan untuk didapatkan minyak dan ambar, suatu zat yang terbentuk di sekitar paruh cumi di perut ikan paus. Ambar ini dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan parfum. Pengambilan minyak dari kepala paus ini pun diperlihatkan dalam film ini. Bahkan Nickerson sampai harus masuk ke dalam kepala paus tersebut untuk mengambil seluruh cairan yang ada didalamnya.

Minyak paus terletak pada spermaceti organ yang dapat berisi hingga 1900 liter cairan (sumber: wikiwand.com)

Kelompok Paus

Paus hidup berkelompok

Ketika Kapten Pollard dan seluruh kru kapal berada di tengah lautan untuk mencari paus, mereka berteriak “white water!”. Hal ini menunjukkan pada semburan air dari paus yang muncul di udara. Kemudian pada adegan selanjutnya diperlihatkan sekelompok paus sperma yang sedang berenang. Paus sperma memang sering terlihat berkelompok berjumlah 15 hingga 20 hewan. Kelompok paus ini terdiri dari induk paus dan anaknya. Paus jantan sendiri dapat berkeliaran sendiri maupun dalam kelompok.

 

Penulis: Nissa

Editor: Nissa

 

Referensi:

http://physicsbuzz.physicscentral.com/2015/05/the-physics-of-sailing-how-does.html

https://us.whales.org/species-guide/sperm-whale

http://www.wikiwand.com/en/Sperm_oil

1 Comment

  1. Semenjak film Aquaman memberikan sedikit pesan moral terkait sampah, terus baru tau ternyata banyak isu laut selain sampah yang perlu disuarakan juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *