Kehidupan di Bawah Permukaan Air Laut

asal-mula-laut
Dari Mana Asal Mula Laut Itu?
April 4, 2019
Pelatihan Pemodelan Gelombang Laut
April 8, 2019

Cahaya Matahari dalam Kehidupan di Bawah Permukaan Air Laut

Bila dibandingkan dengan kehidupan makhluk hidup di daratan, apakah mungkin ada kemiripan dengan kehidupan di bawah permukaan air laut? Nampaknya bisa jadi ada banyak kemiripannya loh.  Coba kita tinjau dari yang paling bisa kita rasakan setiap harinya, seperti cahaya matahari dan udara.  Kita bisa merasakan matahari terbit dan memberikan kehangatan pada kita di pagi hari juga udara segar yang kita hirup.  Bagaimana dengan laut? Rupanya cahaya matahari juga bisa dirasakan para makhluk hidup dalam laut walaupun memiliki batas. Batas ini berupa jarak tembus maksimal matahari (sekitar 1000 m) dapat menembus air laut.  Jarak tembus maksimal ini terjadi akibat energi dari cahaya matahari diserap dan disebar oleh air laut sehingga pada jarak maksimal tidak terdeteksi lagi cahaya matahari [1]. Akibat terbatasnya jarak tembus cahaya matahari, para ilmuwan dunia pun membagi laut secara vertikal seperti pada Gambar 1 berikut,

kehidupan-bawah-laut-1

Gambar 1. Zonasi laut berdasarkan ketersediaan cahaya matahari (sumber: NOAA)

Pembagian Zona Laut Berdasarkan Paparan Sinar Matahari

Jadi pada interval kedalaman 0-200 m bisa disebut zona euphotic atau zona optimal cahaya matari.  Kita bisa menyebut zona ini juga sebagai permukaan laut. Cahaya matahari yang optimal pada zona permukaan laut memungkinkan mahkluk hidup di permukaan seperti fitoplankton untuk melakukan fotosintesis.  Jika di daratan tumbuhan berklorofil-lah yang berfotosintesis sehingga menghasilkan oksigen, maka di dalam laut fitoplankton yang mengambil peran ini dan menghasilkan oksigen yang larut dalam air laut. Dari sinilah air laut yang diproses insang ikan dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk metabolisme mereka.

Makhluk hidup yang dapat bertahan hidup pada tiap zona pun berbeda-beda walaupun ada beberapa makhluk hidup yang memiliki daya tahan luar biasa sehingga mampu hidup di lebih dari satu zona.  Contohnya ikan paus bermoncong atau Cuvier’s beaked whale (Gambar 2).  Dalam sebuah penelitian paus ini dapat menyelam hingga kedalaman 2922 m.  Kalau ingin membayangkan 2922 m itu seperti apa tinjau saja monumen Monas di Jakarta yang tingginya kurang lebih 132 m tapi disusun secara vertikal hingga ada 22 Monas tersusun menjulang tinggi ke langit.  Luar biasa bukan?  Tidak hanya itu, paus ini juga bahkan bisa bertahan hingga 138 menit (2 jam 18 menit ) lamanya selama menyelam hingga akhirnya ke permukaan lagi untuk bernapas [2].

kehidupan bawah laut 2

Gambar 2. Paus Bermoncong atau Cuvier’s Beaked Whale (sumber: nytimes.com)

Keunikan Zona Aphotic

Lebih dalam lagi kita coba tinjau zona aphotic.  Pada zona ini cahaya matahari sudah tidak terdeteksi lagi sehingga sangatlah gelap. Bila pada malam hari di kota terjadi pemadaman bergilir suasana terasa begitu gelap dan dingin, maka kira-kira seperti itulah suasana yang terasa pada zona ini.  Malah lebih ekstrem.  Cahaya matahari yang dapat membuat suhu lebih hangat tidak ada pada zona ini sehingga temperatur pada zona ini relatif sangat dingin (0⁰- 6⁰ C)[3] . Namun yang menarik adalah pada zona ini dapat terbentuk pusat-pusat panas akibat aktivitas vulkanik dibawah dasar laut yang membentuk semacam cerobong panas atau ventilasi hidrotermal.

Dari cerobong ini keluar gas dan panas secara terus menerus sehingga memengaruhi kondisi perairan sekitarnya dan kehidupan biota disana. Perbedaan suhu yang ekstrem antara ventilasi (sekitar 350⁰ C) dengan kondisi perairan sekitar (antara 0⁰- 6⁰ C) menciptakan fenomena habitat yang unik. Berbagai proses kimia dan biologis yang tercipta menarik berbagai biota seperti udang, ikan perairan dalam dan lainnya untuk hidup di sekitar sumber panas ini.  Selain untuk mendapatkan suhu yang cocok untuk bertahan hidup juga terdapat berbagai nutrisi yang bisa dikonsumsi biota-biota yang sanggung bertahan hidup di sekitarnya (Gambar 3).

kehidupan dalam laut 2

Gambar 3.  Aneka ragam biota sekitar ventilasi hidrotermal dasar laut. (sumber: divediscover.whoi.edu)

Bagaimana Mereka Bernapas?

Berhubungan dengan bernapas, layaknya kita menghirup udara para makhluk hidup di lautan juga “menghirup” untuk bernapas namun bedanya jika kita manusia menghirup udara maka makhluk hidup dalam laut menggunakan air laut untuk bernapas.  Ikan-ikan laut menggunakan insang mereka untuk memproses air laut sehingga mendapatkan oksigen untuk pernafasan dan metabolisme mereka.  Keragaman hayati di laut juga dilengkapi dengan makhluk hidup seperti mamalia dan hewan berdarah dingin laut.  Jika ikan-ikan pada umumnya bernapas menggunakan insang mereka, maka mamalia laut bernapas dengan paru-paru, mirip juga dengan hewan berdarah dingin laut seperti penyu yang memiliki paru-paru.  Para makhluk hidup dengan paru-paru ini secara teratur akan mengambil nafas ke luar permukaan laut hingga cukup dan kembali lagi berhabitat dalam laut.

Keanekaragaman Biota Laut

Lalu apa lagi yang bisa jadi mirip dengan kehidupan di darat dari lautan yang sedang kita bahas kali ini?  Hal yang seringkali kita lihat adanya burung-burung di udara dan aneka tumbuhan beragam warna yang menghiasi kehidupan berbagai area sekitar daratan.  Demikian juga dalam laut, terdapat kepakan bak sayap dari ikan pari yang terlihat seperti burung yang berterbangan di langit (Gambar 4).

kehidupan bawah laut 4

Gambar 4. Ikan Pari (Manta Ray) bergerak secara berkelompok. (sumber: costarica-scuba.com)

Mereka berenang dengan “mengepakkan” siripnya sehingga bisa melintasi lautan.  Bahkan kadang-kadang ikan pari dapat meluncur ke luar permukaan air seperti pada Gambar 5. Beberapa peneliti menduga ikan pari jenis Mobula Ray melakukan lompatan keluar permukaan air untuk menarik perhatian ikan pari betina sehingga bisa melakukan perkawinan.  Memang unik sekali dan ketika melakukan lompatan ini menjadikan ikan pari mirip dengan burung-burung di langit.

kehidupan bawah laut

Gambar 5. Ikan Pari (Mobula Ray) melompat ke luar permukaan laut. (sumber: costarica-scuba.com)

Aneka warna tumbuhan di daratan pun bisa kita nikmati dalam lautan.  Adanya terumbu karang yang menghiasi bagian-bagian laut dengan ragam warna dan jenisnya dapat begitu memanjakan mata yang melihatnya (Gambar 6). Keindahan ini juga menyimpan berbagai manfaat besar, terumbu karang yang hidup di lautan menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan-ikan dan penyu.  Mereka bisa mendapatkan makanan dan rumah tempat mereka tinggal saat tidak aktif bergerak.  Namun ingat terumbu karang itu bukanlah tumbuhan ya, melainkan hewan (planulae) yang bersimbiosis dengan hewan dan tumbuhan lain dan membentuk terumbu karang yang bisa kita lihat sekarang.  Mereka juga memiliki semacam tentakel yang sangat kecil ukurannya untuk menangkap makanan di sekitar mereka.

kehidupan bawah laut 6

Gambar 6.  Keindahan terumbu karang dan berbagai biota yang hidup disekitarnya. (sumber: ocean.si.edu dan cnn.com)

Inovasi Manusia terhadap Lautnya

Sejauh ini memang kehidupan dalam laut memiliki kehidupan yang bisa dibandingkan dengan kehidupan dengan di daratan.  Namun faktor abiotik dalam laut seperti tekanan, temperatur, salinitas dan lainnya menjadi pembeda yang mencolok sehingga membuat biota yang hidup didalamnya harus memiliki kemampuan biologis dan fisiologis yang sesuai. Tapi memang manusia yang memiliki rasa berpetualangan yang tinggi pasti saja mencari-cari cara untuk bisa menikmati ekosistem dalam laut ini.

Manusia Bisa Hidup di Laut

Seperti misalnya Phil Nuytten yang masih mencari berbagai inovasi untuk membawa manusia hidup di dalam laut [4].  Baginya kita manusia masih harus mencari tempat untuk hidup karena ruang di daratan yang semakin sempit dan pertumbuhan manusia kian meningkat.  Dalam berbagai inovasinya di Nuytco Research (Vancouver Utara, Kanada) dibantu para ahli telah berhasil menciptakan kendaraan yang sanggup menyelam hingga kedalaman 1000 m seperti Aquarius dan Deep Rover. Memang unik dan tidak mudah bagi Phil Nuytten untuk meyakinkan orang bermigrasi ke bawah laut, bahkan saat orang-orang sudah membicarakan perjalanan ke luar angkasa.  Apakah mungkin legenda kehidupan seperti bangsa Atlantis layaknya dalam film Aquaman akan menjadi kenyataan? Saat ini memang belum bisa terjawab, walaupun nyata-nyata ada orang yang berusaha mewujudkannya seperti Phil Nuytten.

Tambang Emas dan Logam

Muncul juga ide inovasi seperti tambang bawah laut selain tambang minyak, untuk mendapatkan aneka tambang seperti emas dan logam atau batu mulia lainnya.  Dalam sebuah penelitian memang terdapat emas di dasar laut namun jumlahnya relatif kecil dan sangat mahal untuk melakukan eksplorasinya [5]. Tapi apakah memang benar demikian ataukah teknologi saat ini yang belum mampu untuk melakukan eksplorasinya. Ide ini juga sudah terdengar oleh berbagai organisasi lingkungan seperti Greenpeace yang menolak keras karena kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan yang berbahaya jika memang akan diadakan tambang bawah laut.

Berbagai kehidupan dan faktor abiotik di laut ini memang menarik bagi para peneliti dan innovator untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan pemanfaatan potensinya. Disini yang menjadi titik berat adalah keseimbangan. Keseimbangan antara sejauh mana eksplorasi dan penelitian dilakukan dengan kesehatan lingkungan. Seperti potensi sumber daya laut yang memenuhi kebutuhan pangan manusia, jika selalu dieksploitasi namun tidak dijaga keseimbangan jumlah yang tersedia di laut akan sangat berpengaruh pada ekosistem di laut itu sendiri. Mulai dari berubahnya jumlah predator alami dalam rantai makanan laut bahkan hingga penurunan kualitas air dan pemutihan terumbu karang.  Hal ini tidak lain untuk membuat lingkungan tetap berkelanjutan dan menjadi sumber daya yang layak bagi kehidupan manusia juga menjadikan manusia sebagai insan yang bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya di alam ini.  Jadi mari kita kenal laut lebih dekat, supaya kita tahu ada kehidupan seperti apa lagi yang ada didalamnya dan kita jaga supaya bumi ini panjang umurnya.

 

Penulis: Juan

Editor: Nissa

 

Referensi:

[1] https://www.amnh.org/learn-teach/curriculum-collections/deep-sea-vents/light-and-dark-in-the-sea

[2] https://news.nationalgeographic.com/news/2014/03/140326-cuvier-beaked-whale-record-dive-depth-ocean-animal-science/

[3] https://www.revolvy.com/page/Aphotic-zone

[4] https://www.theguardian.com/global/2018/apr/15/who-would-like-to-live-under-the-sea

[5] https://oceanservice.noaa.gov/facts/gold.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *