Kita yang Nyampah, Mereka yang Tersiksa

Siapa yang Mengganggu Kehidupan? Sampah? Apa Kita?
February 6, 2019
Sampah di Laut Berdampak Juga Pada Manusia
February 11, 2019

Setelah kita mengetahui apa saja penyebab adanya sampah di laut, sekarang kita juga harus tahu nih bahwa hal tersebut bisa memberikan dampak bagi makhluk hidup lain. Sampah-sampah dari daratan seperti plastik, kain, kaca, dan sebagainya tidak seharusnya berada di laut. Jika benda-benda tersebut berada di laut tentu saja akan mengganggu ekosistem laut tersebut. Ya anggaplah seperti tiba-tiba di rumahmu ada yang mengirim barang-barang tidak berguna yang cukup banyak, hal tersebut tentu sangat mengganggu bukan? Beruntungnya manusia diberi akal pikiran oleh Tuhan sehingga kita tahu harus berbuat apa terhadap barang-barang tersebut. Tapi bagaimana jika hal tersebut terjadi pada hewan-hewan laut? Apakah mereka cukup pintar untuk mengurusi sampah-sampah manusia sendiri?

Nyatanya Mereka Tak Mengerti

Paus Sperma Menyerah

Paus sperma ditemukan mati terdampar di Wakatobi

Pada kenyataannya, makhluk hidup selain manusia bisa berbuat apa untuk mengatasi sampah-sampah tersebut? Masih ingat engga sih berita tentang paus sperma yang mati dan terdampar di Wakatobi akhir tahun lalu? Pada 18 November 2018 lalu, paus tersebut ditemukan terdampar dalam keadaan membusuk di pinggir pantai Pulau Kapota. Hal yang mengejutkan dari kematian paus ini adalah perutnya yang dipenuhi oleh sampah plastik seberat 5,9 kg! Tidak tanggung-tanggung, perut paus tersebut berisi mulai dari gelas plastik, botol plastik, kantong plastik, tali rapia, karung nilon, hingga sandal jepit. Mengerikan bukan?

Penyu pun Tak Sanggup Bertahan

Seekor penyu mati dengan plastik terburai dari perutnya

Tak lama setelah itu, seekor penyu ditemukan mati mengambang di Perairan Kulon Progo, Yogyakarta, 10 Desember 2018. Penyu tersebut ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan sampah plastik yang terburai dari perutnya. Bagaimana bisa sampah plastik tersebut bisa berada di dalam perutnya selain mereka makan?

Kedua temuan kasus tersebut mungkin hanya sedikit dari sekian banyak hewan lain di bawah laut sana yang terkecoh dengan sampah yang ada di laut. Kita tidak tahu di bawah sana seberapa banyak ikan-ikan yang menganggap bahwa sampah plastik tersebut adalah makanan seperti penyu yang mengira sampah plastik adalah ubur-ubur. Mungkin paus bisa saja mengerti mana makanannya dan mana yang bukan. Tapi ketika dia membuka mulutnya untuk makan, sampah-sampah tersebut ikut masuk terbawa ke dalam mulutnya.

Terumbu Karang dan Lamun Turut Menderita

Para penyelam mengambil sampah yang berserakan di Nusa Dua, Bali

Terumbu karang dan padang lamun juga turut menjadi korban dari sampah-sampah tersebut. Portal berita Republika menyampaikan bahwa sampah plastik merusak ekosistem terumbu karang di Nusa Dua, Bali. Di kawasan tersebut dapat dijumpai berbagai sampah plastik hingga popok sekali pakai dan pembalut! Menjijikan sekali! Sampah-sampah juga ditemui di kawasan padang lamun di sekitar Kepulauan Seribu, Jakarta. Ketika sampah menutupi terumbu karang dan lamun, sampah tersebut akan menutupi cahaya matahari yang masuk ke laut. Hal ini tentu akan mengganggu kedua ekosistem tersebut bahkan dapat menyebabkan kerusakan hingga kematian.

Hai, optijen! Haruskah mereka yang tidak bersalah merasakan imbasnya? Apakah mereka pantas mendapatkan imbas akibat perbuatan manusia? Sampah juga tidak bisa menempatkan dirinya sendiri lho, optijen. Mau sampai kapan kita tidak bijak terhadap sampah yang kita hasilkan? Menunggu Kerajaan Atlantis mengajak perang manusia (dibaca: Aquaman)?

 

Penulis: Nissa

Editor: Nissa

 

Referensi

https://www.mongabay.co.id/2018/11/20/ditemukan-59-kg-sampah-dalam-perut-paus-sperma-di- wakatobi-kok-bisa/

https://foto.tempo.co/read/69009/kondisi-penyu-yang-mati-dengan-plastik-di-perutnya-di-kulon-progo#foto-1

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/11/22/pildnu335-sampah-plastik-rusak-ekosistem-terumbu-karang-bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *