Melaut dalam Cerita: Bertualang dalam Pengetahuan Tentang Laut

Daftar Universitas yang Menyediakan Program Studi Ilmu Kelautan, Oseanografi dan Teknik Kelautan
January 30, 2019
Haruskah Sampah Berakhir di Laut?
February 4, 2019

Terbentuknya Melaut dalam Cerita

Melakukan edukasi sejak dini adalah hal yang sudah biasa digaungkan pelaksana edukasi manapun.  Namun apakah edukasi tentang laut sudah menjadi kebutuhan pengetahuan dasar, terutama bagi anak-anak?  Ocean Pulse melihat hal ini sebagai suatu landasan dibuatnya program edukasi bagi anak-anak.  Pengetahuan anak-anak terhadap laut sejak dini tidak hanya akan menjadi modal untuk profesi di masa depannya, namun juga harusnya menjadi kebutuhan pengetahuan dasar bagi orang Indonesia.

Semenjak banyak kebijakan pemerintahan yang mulai berorientasi ke sektor laut[1], Sumber Daya Manusia (SDM) haruslah memiliki pengetahuan akan laut yang cukup.  Edukasi sedari dini tentang laut diberikan sebagai pengetahuan dasar yang kelak jika diminati bisa semakin diasah melalui pilihan jenjang pendidikan yang tepat.

Melaut dalam Cerita dibentuk sebagai solusi edukasi anak dengan metode edukasi aktifitas petualangan dan percobaan sains[2].  Ocean Pulse menargetkan anak dengan rentang usia 7-10 tahun untuk menjadi peserta program edukasi.  Peserta akan diberikan pengalaman bagaimana para pelaut handal mencari calon pelaut handal lainnya dan tantangan yang mengasah kemampuan berpikir anak.

Kolaborasi dan Pelaksanaan Program Edukasi

Ocean Pulse melibatkan beberapa pihak dalam proses pembentukan dan pelaksanaan program edukasi.  Para kolaborator tersebut adalah ka Chica  dari Pustakalana[3], ka Kandi dari Jaga Bumi [4] dan beberapa mahasiswa dari HMO Triton ITB (himpunan mahasiswa oseanografi di ITB).  Para kolaborator membantu Ocean Pulse untuk membuat rangkaian cerita petualangan dan metode teknis lain yang diperlukan dalam pelaksanaan program edukasi.

Pada tanggal 23 Desember 2018 dilaksanakanlah Melaut dalam Cerita I di lapangan CC Timur ITB (biasa dikenal lapangan cinta).  Acara dimulai pukul 08:00 WIB dengan proses daftar ulang peserta.  Ketika peluit Pak Oda “sang Nahkoda” berbunyi, anak-anak langsung berkumpul di tengah lapangan.  Pak Oda dibantu kang Yayan “si Nelayan” dan kak Oci “sang oseanografer” untuk mengondisikan berkumpulnya peserta.

Pak Oda memberi komando bagi peserta Melaut dalam Cerita I. (credit: hiphupipan)

Peserta kemudian dimandatkan untuk bertualang mencari ilmu ke berbagai pulau agar mereka siap menjadi pelaut cilik di kapal Sea Explorer milik pak Oda dan teman-temannya.  Setelah dimandatkan tugas, peserta kemudian diajak bermain sambil mensuasanakan laut dalam benak mereka.

Kemudian Dewi Laut mengajak peserta berlarian sambil mengikuti gerakan ombak.  Gerakan mereka diiringi oleh suara ombak yang terdengar dari speaker.

Dewi Laut mengajak peserta mengikuti gerakan ombak laut. (credit: hiphupipan)

Setelah pensuasanaan laut, peserta dibagi dalam grup-grup kecil dan ditemani oleh pendamping.  Para pendamping telah memegang peta petualangan yang harus ditempeli bintang emas tanda telah berhasil melewati suatu pulau.  Pada pulau tersebut akan diberikan edukasi mengenai oseanografi dasar (gelombang dan arus akibat angin, temperatur dan salinitas) dan pengenalan peta Indonesia.  Untuk menjaga semangat anak-anak diberikan juga materi permainan tebak kata.  Pada akhir petualangan mereka diberikan tantangan akhir berupa permainan benteng-bentengan dan ketika semua berhasil dilalui, mereka pun dilantik menjadi pelaut cilik kapal Sea Explorer.

Salah satu pos edukasi dengan materi gelombang dan arus laut.  Terlihat juga peserta memegang peta petualangan (credit: hiphupipan)

Kapan melaut lagi?

Pelaksanaan Melaut dalam Cerita I nampaknya mulai membuka baik mata orangtua maupun mata anak sebagai peserta itu sendiri.  Salah satu orangtua peserta bahkan menanyakan langsung pada Ocean Pulse apakah akan diadakan lagi acara serupa atau tidak setelah anaknya terus menanyakan.

Ocean Pulse memang merancang kegiatan ini untuk menjadi program rutin sehingga akan diadakan lagi dalam waktu dekat.  Materi-materi yang sudah disiapkan akan lebih dibuat efektif secara waktu dan menarik secara audio maupun visual agar anak-anak mengerti memang laut bisa begitu indah.  Sasaran Ocean Pulse berikutnya adalah anak-anak yang mengikuti acara ini (bahkan orangtuanya melalui diskusi dengan anak) menjadi “Tahu, Kenal dan Cinta Laut.”

Foto bersama para mentor dan pendamping Melaut dalam Cerita I (credit: hiphupipan)

 

Penulis: Juan

Editor: Nissa

 

Daftar Pustaka

[1]  Berdasarkan: Peraturan Presiden Rebuplik Indonesia No. 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia

[2] Berdasarkan: The Essential Principles and Fundamental Concepts of Ocean Sciences for Learners of All Ages Version 2, a brochure resulting from the 2-week On-Line Workshop on Ocean Literacy through Science Standards; published by National Oceanic and Atmospheric Administration; Published June 2005, revised March 2013

[3]  Pustakalana merupakan Perpustakaan Anak dan Ruang Terbuka, bersifat nonprofit dan dijalankan sepenuhnya oleh relawan

[4]  Jaga Bumi adalah komunitas yang mengajak anak untuk peduli lingkungan melalui metode seni dan edukasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *