Melaut dalam Cerita II: Mengenal Estuari

The Admiral Roaring Currents: Pertempuran Maritim yang Menakjubkan
March 25, 2019
Finding Nemo: Melihat Kehidupan Bawah Laut melalui Film Animasi
March 28, 2019

Berlayar kembali bersama Pak Oda.

Kali kedua Melaut dalam Cerita kembali diadakan untuk anak-anak bertualang sambil belajar mengenai laut.  Program edukasi ini diadakan pada tanggal 2 Maret 2019 di Lakipadada Spot, yang berlokasi di Jl. Bojong Koneng, Bandung. Pak Oda (sang Nahkoda) kembali memanggil para petualang cilik untuk berlayar mencari pengetahuan.

Para petualang cilik yang mengikuti kegiatan ini berasal dari SD Islam Al Azhar 36 Bandung, tepatnya murid kelas 4.  Jumlah mereka adalah 30 orang dan sangat bersemangat untuk bertualang.  Hal ini terlihat dari saat mereka bertemu dengan para pendamping yang baru pertama kali bertemu dengan mereka namun suasana cepat cair dan keakraban sangat terasa.

Pak Oda kemudian memandu pelayaran dan singgah di pulau-pulau edukasi untuk mengenal estuari dan ekosistem apa yang terbentuk disana.  Pada kali ini pengenalan ekosistem coba difokuskan pada rantai makanan sebagai gambaran interaksi antar makhluk hidup di estuari.

Pak Oda memberi komando bagi peserta Melaut dalam Cerita II. 

Pengenalan Ekosistem Estuari secara Umum.

Estuari adalah daerah perairan di pesisir yang semi tertutup sehingga berhubungan dengan perairan laut lepas, sangat dipengaruhi oleh efek pasang surut laut dan massa airnya merupakan campuran dari air laut dan air tawar dari sungai[1].

Sebagai pembuka, pemateri memberikan penjelasan definisi estuari dan fakta bahwa di estuari terdapat berbagai makhluk hidup yang memiliki interaksi satu sama lain. Hal yang paling terlihat pada interaksi antar makhluk hidupnya adalah dalam bentuk rantai makanan.  Dimana ada biota yang menjadi produsen (plankton), predator (ikan dan burung) dan pengurai (bakteri).  Para petualang nampaknya sudah mengenal rantai makanan sehingga pemateri lebih mudah mengembangkan materi rantai makanan ke biota-biota laut dan estuari yang terlibat dalam rantai makanan di estuari.

Setelah menyelesaikan games mencari biota estuari yang hilang, petualang cilik mencoba menyusun biota yang didapatnya dalam piramida rantai makanan dan menceritakan interaksi satu sama lainnya.

Story telling salah satu petualang kepada pemateri dan teman-teman petualangnya mengenai piramida rantai makanan.

Para petualang cilik kemudian melanjutkan petualangan dengan membuat kapal dari bahan-bahan bekas (sampah kemasan susu) dan terbatas sehingga memacu kreativitas mereka dan kerjasama tim dalam grup kecil petualang.

Menguji kapal yang dibuat para petualang di kolam air laut mini.

Di puncak petualangan, para peserta kemudian diajak untuk bermain games membersihkan sampah.  Mereka dibuat dalam grup-grup kecil dan berlomba mengikuti komando pendamping sambil matanya ditutupi.  Tugas mereka untuk bisa membersihkan sampah dan membuka jalan bagi anak penyu untuk bisa menuju laut dengan bebas.  Disini para petualang dikenalkan dengan sampah-sampah yang biasa muncul di laut dan pesisir.

Melompat dan berlari para petualang di games membersihkan sampah.

Uji pemahaman para Petualang Cilik.

Para petualang kemudian dikumpulkan oleh Pak Oda untuk melakukan review kegiatan petualangan.  Nampaknya pemateri tanpa perlu bicara banyak dan menyuapi petualang dengan berbagai materi berhasil menyampaikan pesan bagi para petualang.

Mereka yang diminta menceritakan pengalamannya, berhasil menyebutkan inti petualangan mereka yaitu,

  • Estuari sebagai bagian dari pesisir memiliki biota tersendiri dan satu sama lain berinteraksi dalam rantai makanan
  • Keseimbangan rantai makanan sangat penting untuk menjaga kelangsungan ekosistem di estuari
  • Membersihkan sampah sudah harus menjadi sikap sedari dini

Kegiatan pun ditutup dan para petualang melanjutkan kembali kegiatan bersama orangtua mereka.

Sebagai bentuk kontinuitas edukasi, OceanPulse juga memberikan kuisioner bagi orangtua untuk ikut me-review apa yang anak mereka dapatkan dari Melaut dalam Cerita II.  Dari 30 pasang orang tua, hanya 5 pasang orang tua saja yang merespon.  Orangtua diminta mengisi kuisioner berdasarkan respon anak.

100% dari responden menyukai kegiatan ini dan dapat kembali mengingat inti petualangan (estuari dan sampah) karena games yang mereka mainkan.  Para responden juga bersedia mengikuti program edukasi serupa namun dengan berbagai peningkatan (perubahan tema untuk peserta yang sama, penambahan games, dll).  Jadi, ayo melaut bersama lagi di Melaut dalam Cerita selanjutnya!

Foto bersama para pendamping, pemateri dan petualang cilik.

 

Penulis: Juan

Editor: Nissa

 

Daftar Pustaka

[1]  ODUM, E.P. 1971. Fundamentals of Ecology 3rd Ed. 1971. W.B. Saunders Co.,Toronto : 374 pp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *