Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Peletakan Terumbu Buatan

Divingnya Jangan Ganggu Terumbu Karang, Ya!
December 10, 2020
penurunan padang lamun
Yuk, Kenali Dampak Penurunan Padang Lamun!
December 14, 2020
peletakan terumbu buatan

Peletakan terumbu buatan.

Hari itu, ketika matahari belum juga tinggi dan ombak di laut Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali sedang tidak bersahabat, beberapa nelayan mengenakan sarung tangan lengkap dengan pelindung kaki. Mereka beramai-ramai memindahkan suatu bangunan yang terbuat dari campuran pasir, semen, kalsium, dan besi sebagai rangkanya. Bangunan dengan beragam bentuk itu ditarik ke laut menggunakan rakit yang terbuat dari bambu dan dilengkapi pelampung pada sisi depan dan belakang. Bangunan itu adalah terumbu buatan (artificial reef).

Terumbu Buatan

Terumbu buatan bukanlah suatu hal baru, nelayan Desa Les sudah mengenalnya semenjak kedatangan sebuah yayasan bernama LINI. Yayasan yang memiliki tujuan untuk merehabilitasi terumbu karang ini berhasil meyakinkan nelayan untuk berhenti menggunakan potasium sianida dan beralih ke penangkapan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah yang digunakan LINI dalam rehabilitasi terumbu karang adalah dengan menggunakan metode terumbu buatan.

Terumbu buatan merupakan metode yang banyak digunakan untuk kegiatan rehabilitasi. Hal ini karena proses pengerjaan terumbu buatan terbilang mudah dan memerlukan ongkos yang tidak besar. Namun, selama ini, kebanyakan penelitian hanya terfokus pada pertumbuhan karang yang sengaja ditempelkan pada struktur terumbu buatan. Sangat jarang penelitian yang terfokus pada hubungan antara ikan karang dengan terumbu buatan.

Seraphim et al (2020) menyebut bahwa penelitian mengenai interaksi terumbu buatan dengan ikan karang masih minim. Sekalipun ada, ikan karang hanya dijadikan sebagai data sampingan. Penelitian mengenai hubungan ikan karang dengan terumbu buatan berkaitan erat dengan keberlangsungan ekosistem. Sebab ekosistem yang baik dapat dilihat melalui keberadaan ikan karangnya.

Ikan Karang dan Rumahnya

Ikan karang sendiri memiliki peranan yang unik bagi ekosistem terumbu karang. Beberapa spesies dapat dikategorikan sebagai ikan pemakan alga yang dapat menghambat pertumbuhan karang. Beberapa ikan lain, seperti kerapu dan kakap, memainkan peranan penting sebagai penyeimbang rantai makanan.

Masih menurut Seraphim et al (2020) dalam artikel yang dipublikasikan di Journal of Fish Biology yang berjudul Interactions between coral restoration and fish assemblages: implications for reef management, setidaknya ada 5 kategori ikan yang perlu dijadikan pertimbangan dalam pengelolaan terumbu buatan. Ikan-ikan itu antara lain; ikan pemakan alga (herbivora), ikan pemakan polip karang (koralivor), dan ikan pemangsa (karnivora).

Peletakan Terumbu Buatan

Bagaimanapun, dalam mengelola terumbu buatan, Seraphim menyarankan beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk meletakkan terumbu buatan dan melakukan pengecekan rutin. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam peletakan terumbu buatan adalah; peranan dan kompleksitas habitat, peranan ikan herbivor, ketersediaan nutrisi, keberadaan  ikan pemakan koral, dan ikan pemangsa.

Peranan dan Kompleksitas Habitat

Rehabilitasi terumbu karang dapat menyediakan tempat perlindungan bagi ikan, baik diantara karang maupun di sekitar terumbu buatan. Ketersediaan tempat perlindungan ini, nantinya, berguna bagi ikan untuk menghindar dari pemangsa. Terlebih, perlindungan bagi ikan karang herbivora, karena ikan jenis ini dapat mengontrol pertumbuhan alga. Alga, terlebih pada tahap awal rehabilitasi, merupakan penghambat pertumbuhan karang.

Bentuk terumbu buatan yang disarankan adalah yang memiliki lubang, baik itu berukuran kecil maupun besar. Ketersedian lubang, selain berguna sebagai perlindungan bagi ikan karang, juga dapat menarik kehadiran ikan-ikan di wilayah terumbu buatan.

Peranan Ikan Herbivora

Peranan ikan herbivora sangat penting dalam mengontrol pertumbuhan alga. Alga, terlebih pada tahap awal rehabilitasi, merupakan penghambat pertumbuhan karang. Kehadiran ikan herbivora perlu dipertimbangkan untuk memastikan karang dapat tumbuh dengan baik.

Ketersediaan Nutrisi

Masih berkaitan dengan ikan karang herbivora, ketersediaan nutrisi sangat penting bagi pertumbuhan karang. Ikan karang dapat menyediakan nutrisi bagi karang melalui kotoran yang dihasilkannya. Namun, pada beberapa kasus, hal itu justru bisa meningkatkan pertumbuhan alga. Bagaimanapun, hubungan antara ikan karang dengan terumbu buatan, apalagi dengan metode transplantasi karang, perlu diperhatikan demi terjaganya suplai nutrisi.

Ikan Pemakan Koral

Menurut Seraphim, ikan pemakan bagian ujung (polip) karang memiliki strategi pemangsaan yang berbeda. Jenis ikan seperti Kepe-kepe (Chaetodontidae) memakan polip karang tanpa melukai tulang/rangka karang itu sendiri. Sedangkan ikan-ikan seperti Kakatua dan Buntal memangsa karang dengan merusak rangka karang itu. Perbedaan cara makan ini dapat dijadikan acuan untuk memilih karang jenis apa untuk ditransplantasi, sebab jenis karang memiliki ketahanan terhadap pemangsaan yang berbeda.

Ikan Pemangsa

Keberadaan ikan pemangsa, seperti kakap dan kerapu, di sekitar terumbu buatan perlu dipertimbangkan. Dalam mengatur rantai makanan, seperti mengontrol perkembangan ikan damsel, peranan ikan pemangsa menjadi penting. Rantai makanan yang tidak baik, pada gilirannya justru dapat merugikan karang. Lebih lanjut, Seraphim menyarankan untuk mengamati ikan pemangsa ini dalam pengelolaan rehabilitasi terumbu buatan.

Kesimpulan  

Seraphim menyarankan pertimbangan aspek mengenai ikan karang, seperti yang telah diuraikan diatas, perlu dilakukan dalam pengelolaan terumbu buatan.

peletakan terumbu buatan

Infografis: Yang harus diperhatikan dalam peletakan terumbu buatan

 

Referensi:

Seraphim MJ, Sloman KA, Alexander ME, et al. Interactions between coral reef restoration and fish assemblages: implications for reef management. J Fis Biol. 2020;97:633-655. https://doi.org/10.1111/jfb.14440


Penulis:

Iqbal Kenedi

Artikel ini ditulis dalam rangka Final Project Creative Information and Communication Internship Program 2020

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *