Pengalaman Kuliah di Jurusan Budidaya Perairan

pengalaman kuliah di jurusan oseanografi
Pengalaman Kuliah di Jurusan Oseanografi
February 20, 2020
magang di BPBAP Situbondo,
Serunya Magang di BPBAP Situbondo
March 3, 2020
pengalaman kuliah di jurusan budidaya perairan

Hai Optijen! Kali ini OceanPulse akan berbagi cerita tentang pengalaman kuliah di jurusan Budidaya Perairan (Akuakultur) dari salah satu optijen nih. Yuk simak hasil perbincangannya di artikel berikut!

Pengalaman Kuliah di Jurusan Budidaya Perairan

Budidaya perairan adalah program studi yang mempelajari cara-cara pemeliharaan dan pengembangbiakan biota periaran secara maksimal. Saat ini jurusan ini telah banyak tersebar di berbagai universitas di Indonesia, salah satunya adalah di Universitas Riau (UNRI). Muhammad Azaldin adalah salah satu mahasiswa jurusan Budidaya Perairan di Universitas Riau. Ia menyadari bahwa di era globalisasi seperti ini, tidak selamanya bisa mengandalkan perikanan tangkap, budidaya juga penting untuk memenuhi kebutuhan pangan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan bagi pria asal Pekanbaru tersebut untuk menekuni bidang akuakultur.

Mengenal Jurusan Budidaya Perairan Universitas Riau

Di UNRI, jurusan Budidaya Peraian berada dibawah Fakultas Perikanan dan Kelautan. Jurusan ini didirikan tahun 1985 dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang budidaya perairan. Selain itu, mahasiswanya diharapkan menjadi lulusan yang memilki pengetahuan dan teknologi dalam membudidayakan organisme perairan. “Bagaimana memperbanyak ikannya (pembenihan), pembesarannya, manajemen kualitas air, pakan serta kesehatan ikannya”, ujarnya ketika ditanya mengenai fokus pembelajaran di jurusan tersebut.

Apa saja yang dipelajari?

Azaldin, begitu ia akrab disapa, menceritakan bahwa di jurusannya terdapat 5 fokus laboratorium (lab). Lab yang pertama adalah pembenihan ikan. Di lab tersebut dipelajari bagaimana mengawinkan ikan, pemijahan secara buatan, serta perawatannya hingga menjadi larva. Kemudian ada pula Lab Teknologi Budidaya yang berhubungan dengan manajemen budidayanya. Berikutnya ada Lab Parasit dan Penyakit Ikan yang meneliti tentang analisis penyakit ikan, analisis lingkungan perairannya, pencegahan ikan dari bakteri serta penelitian mengenai vaksin. Keempat, Lab Mutu Lingkungan Budidaya yang mempelajari tentang manajemen limbah budidaya hingga planktonologi. Lab yang terakhir adalah Lab Pakan yang mempelajari tentang bagaimana pembuatan pakan yang diformulasikan khusus untuk budidaya.

Dari kelima fokus laboratorium tersebut, mahasiswanya harus mengikuti semua kegiatan dan mata kuliah dari masing-masing fokus lab. “Nanti pas ketika tugas akhir, baru dipilihkan oleh jurusan, kita akan masuk ke lab mana”, ceritanya. Ia juga bercerita tentang penelitian tugas akhirnya di Lab Parasit dan Penyakit Ikan. Ia mencari bahan alami yang dapat mengurangi sebaran bakteri pada ikan yaitu menggunakan nanas.

Selain fokus pada ikan-ikan baik di air tawar, air payau maupun air laut, di sini juga dipelajari budidaya kepiting, kerang, rumput laut, dsb. “Di sini memang banyak sekali yang dipelajari, tapi hanya dasar-dasarnya saja”, tambahnya. Di jurusan ini memang lebih banyak berkaitan dengan biologi. Namun selain itu juga terdapat hal yang berkaitan dengan kimia dan fisikanya lho. “Kalau kimianya itu seperti untuk kualitas air lautnya, kalau fisika itu kita juga melakukan levelling untuk desain tambak”, ceritanya.

Kegiatan selama kuliah

Tidak hanya belajar materi di kelas ataupun praktikum di laboratorium, namun terdapat juga kegiatan lapangan. Kegiatan ini berupa kunjungan ke perusahaan atau lembaga yang bergerak di bidang budidaya. “Waktu itu sempat kunjungan ke Balai Perikanan Budidaya Laut di Batam, terus juga pernah ke Sumatera Barat mengunjungi tambak udang di sana”, ceritanya. Namun ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini hanya berupa kunjungan saja, melihat kondisi nyata dari budidaya yang sudah besar, tidak dengan pengambilan data atau praktikum lapangan.

Pengalaman Kuliah di Jurusan Budidaya Perairan

Azaldin (kiri) dan kedua temannya.

Pengalaman menarik lainnya dari Azaldin yaitu ketika ia bercerita tentang kegiatan himpunan jurusannya, Himpunan Mahasiswa Akuakultur UNRI (HIMAKUA). Mereka mengadakan sebuah Festival Akuakultur. Salah satu kegiatan di festival tersebut adalah kontes ikan cupang. Menarik sekali bukan? Selain itu juga terdapat kegiatan pelatihan aquascape yaitu seni mengatur air, tanaman, batu, karang dan elemen lainnya yang terdapat di dalam akuarium.

Lalu ada pula kegiatan magang di perusahaan atau lembaga pemerintahan. Azaldin bercerita bahwa ia mengikuti magang di Balai Perikanan Budidaya Air Payau, Situbondo, Jawa Timur. Ia ingin merasakan dan menambah pengetahuan tentang budidaya yang ada di Pulau Jawa. “Ketika magang belajar bagaimana memelihara kesehatan lingkungan ikan dan juga pemeriksaan virus”, ujarnya. Menurutnya, magang juga penting untuk diikuti karena dapat menambah pengalaman dan juga relasi.

Penelitiannya cukup berat

Ketika ditanya mengenai suka dukanya, ia mengaku tidak mengalami duka yang terlalu berarti selama berkuliah. “Alhamdulillah, ga ada kesulitan berarti karena emang suka aja belajar hal baru tentang ikan dan budidaya, terus dapat dosen pembimbingnya juga yang baik”, ceritanya. Namun ia mengakui, kuliah di jurusan budidaya perairan ini penelitiannya cukup berat dan membutuhkan modal yang tidak sedikit. “Harus eksperimen, cari ikan endemik asli daerah sini, belum lagi berhubungan langsung dengan makhluk hidup yang kita tidak bisa mengontrol sepenuhnya, macam-macam deh. Jadi susah untuk cumlaude deh”, tambahnya yang akan diwisuda Maret mendatang.

Jangan lupakan Bahasa Inggris!

Terakhir, Azaldin memberikan pesan-pesan kepada adik-adik yang berminat untuk kuliah di jurusan ini. Ia mengatakan bahwa kuliah dimanapun yang terpenting jangan lupa mengikuti organisasi dan melakukan banyak kegiatan yang positif. “Selain itu, latih terus Bahasa Inggrismu, itu penting banget baik untuk kuliah maupun setelah lulus nanti.”, ceritanya yang bercita-cita untuk melanjutkan S2 dan menjadi dosen ini. Lalu ia pun berpesan untuk jangan malas mengikuti perlombaan baik yang berkaitan langsung dengan keilmuan maupun tidak.

Nah itu tadi hasil perbincangan mengenai pengalaman kuliah di jurusan Budidaya Perairan. Semoga bermanfaat ya

 

Baca Juga

Usaha Tambak? Siapa Takut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *