Pengalaman Kuliah di Jurusan Oseanografi

pengalaman kuliah di jurusan teknik kelautan
Pengalaman Kuliah di Jurusan Teknik Kelautan
February 18, 2020
pengalaman kuliah di jurusan budidaya perairan
Pengalaman Kuliah di Jurusan Budidaya Perairan
February 25, 2020
pengalaman kuliah di jurusan oseanografi

Hai Optijen! Kali ini OceanPulse berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah satu optijen yang berkuliah di jurusan Oseanografi untuk berbagi cerita tentang pengalaman kuliah di jurusan Oseanografi. Yuk, simak hasil perbincangan kami di artikel berikut ya.

Dalam data yang dihimpun OceanPulse, ada salah satu hal yang menarik perhatian penulis. Namanya adalah Muhammad Alsahrul, ia merupakan mahasiswa Oseanografi di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara. Masih sedikitnya informasi yang penulis miliki mengenai jurusan Oseanografi di kampus tersebut pun menjadi faktor utama mengapa akhirnya memilih dia untuk diwawancara. Berhubung lokasinya saat ini cukup jauh, akhirnya kami berbicara melalui layanan pesan singkat.

pengalaman kuliah di jurusan oseanografi

Alu (kedua kiri atas) bersama teman-teman jurusannya di Oseanografi UHO.

Anak pesisir asli

Alu, sapaan akrabnya, saat ini tengah menjalani perkuliahan semester 4. Baru pada tahun 2018 lalu ia memutuskan untuk berkuliah di jurusan ini. Pada mulanya, ia tertarik dengan jurusan Oseanografi yang katanya sepi peminat tapi menjanjikan. “Nah, pas googling muncul kan jurusan oseanografi, setelah dipelajari lebih lanjut akhirnya tertarik deh”, ceritanya. Terlebih, Alu merupakan anak pesisir asli yang tempat tinggalnya tepat di bibir pantai Pulau Muna, Kab. Buton Tengah. Jadi laut sudah menjadi teman sehari-harinya selama ia hidup.

Mengenal Oseanografi UHO

Jurusan Oseanografi di UHO ternyata masih terbilang baru. Pada tahun 2016, jurusan ini baru menerima angkatan pertamanya. Oseanografi UHO dirintis oleh dekan dari Fakultas Kebumian yang merupakan dosen juga di Perikanan. “Awalnya hampir dibawah Fakultas Kebumian, tapi sekarang ada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan”, tambahnya. Oseanografi UHO juga telah mendapatkan akreditasi B dari BAN-PT. Mengenai fokus utama kurikulum yang dipelajarinya, Alu mengatakan bahwa di Oseanografi UHO lebih fokus pada pemetaan wilayah pesisir, bangunan lepas pantai, dan memanfaatkan data-data hasil pengamatan untuk kemudian dimodelkan atau diramalkan.

Apa saja yang dipelajari?

Alu juga membagikan mata kuliah apa saja yang dipelajari selama ia berkuliah. Pada semester pertama, mata kuliah yang dipelajari masih berupa mata kuliah umum seperti Pancasila, Fisika Dasar, Kimia Dasar, dsb. Lalu di semester kedua, sudah mulai membahas tentang Oseanografi seperti Pengantar Oseanografi, Hukum Laut, dll. Pada semester 3, materi Oseanografinya sudah dipisah menjadi Oseanografi Fisika, Oseanografi Kimia, dsb. Kemudian di semester 4 akan dipelajari tentang Instrumen Oseanografi dan Kelautan, Mekanika Tanah, dsb. “Kalau untuk semester-semester selanjutnya baru tahu beberapa sih kaya bangunan lepas pantai, mitigasi bencana, hidro oseanografi, pemetaan dll”, ujarnya.

Kegiatan Perkuliahan

Selama berkuliah di jurusan tersebut, Alu mengaku hampir di setiap semester selalu ada praktikum. “Semester kemarin (3) aja dari 8 mata kuliah, ada 7 praktikum plus laporan”, ceritanya. Praktikum yang sudah ia jalani diantaranya adalah Kimia Dasar, Fisika Dasar, Pengantar Oseanografi, Oseanografi Kimia, Oseanografi Fisika, dan Penginderaan Jauh. “Praktek paling asik itu Pengantar Oseanografi, jadi kita ambil data kecepatan arus, pasang surut, gelombang, dll”, ceritanya. Lokasi kampusnya yang cukup dekat dengan laut juga membuat jurusan ini cukup mudah jika ingin melakukan kuliah lapangan. Selain itu, ia bersama teman-teman jurusannya juga kerap mengunjungi lembaga yang bergerak di bidang Oseanografi salah satunya adalah BMKG Maritim di Kendari.

Ketika ditanya hal yang paling menarik selama kuliah, Alu mengakui hampir semua kegiatan perkuliahannya berkesan, terutama ketika praktik di lapangan. Selain itu terdapat juga mata kuliah renang dan selam dasar yang hampir setiap Sabtu dan Minggu selama 2 bulan ada praktik. “Asiknya praktik renang dan selam ini langsung di laut, jadi tiap minggu bisa piknik hehe”, katanya. Namun, dari setiap praktikum ini tentu harus ada laporan yang dibuat. Itu lah yang sedikit menjadi beban bagi Alu. “Sukanya ya itu pas praktik lapangan, dukanya ngerjain laporan setelahnya”, ungkapnya.

Jangan minder, tingkatkan skill!

Untuk menutup perbincangan, Alu memberikan sedikit pesan kepada teman-teman yang berminat untuk kuliah di jurusan Oseanografi. “Pesan untuk adik-adik SMA yang minat kuliah di oseanografi, jangan minder hanya karena kita gak terkenal, kalau udah masuk ose please jangan keluar hanya karena laporan dan tugas2. Softskill juga penting, meskipun ose hanya ada 1 di indonesia, tapi kalau kita gak punya skill tetap susah untuk kedepannya. Ingat laut itu luas dan penuh misteri yang menunggu untuk dipecahkan. Salam bahari!”, ujar lelaki yang bercita-cita untuk melanjutkan TNI AL setelah lulus kuliah.

Nah itu tadi sedikit pengalaman kuliah di jurusan Oseanografi dari salah satu optijen nih. Kira-kira mau tahu pengalaman dari jurusan mana lagi nih?

 

Baca Juga

Bincang-Bincang Jurusan Oseanografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *