Pengalaman Kuliah di Jurusan Teknik Kelautan

adcp
Interpretasi Data ADCP Teledyne
February 6, 2020
pengalaman kuliah di jurusan oseanografi
Pengalaman Kuliah di Jurusan Oseanografi
February 20, 2020
pengalaman kuliah di jurusan teknik kelautan

Hai Optijen! Kali ini OceanPulse berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah satu optijen yang berkuliah di jurusan Teknik Kelautan. Kami mengundang salah satu optijen datang ke kantor OceanPulse untuk berbagi cerita tentang pengalaman kuliah di jurusan teknik kelautan. Yuk, simak hasil perbincangan kami di artikel berikut ya.

Pengalaman Kuliah di Jurusan Teknik Kelautan

pengalaman kuliah di jurusan teknik kelautan

Suciana

Mahasiswa Fast Track

Hari masih terbilang pagi, seorang wanita muda bersemangat mendatangi kantor OceanPulse untuk memenuhi undangan wawancara. Belum genap pukul 10 pagi, ia telah datang dan siap untuk diwawancara. Namanya adalah Suciana, seorang mahasiswi Magister Teknik Kelautan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada mulanya kami mengira bahwa Suci ini masih sekolah di tingkat sarjana. Namun ketika dihubungi oleh tim OceanPulse, ia membicarakan soal tesis. Dan ketika bertemu, kami langsung menanyakan perihal tersebut. Ternyata dia merupakan mahasiswa fast track di Teknik Kelautan ITB. Fast track merupakan program yang dicanangkan oleh program studi yang memungkinkan mahasiswanya untuk melanjutkan studi S2 di jurusan yang sama hanya dengan perpanjangan waktu 1 tahun saja. Jadi kita sudah bisa menyelesaikan program sarjana dan magister hanya dalam waktu 5 tahun saja. Keren kan! Tidak semua orang bisa mengikuti program ini lho. Tentunya harus berprestasi di bidang akademik.

Pada mulanya ingin Teknik Sipil

Ketika ditanya mengenai alasan pemilihan jurusan, wanita asal Jogja ini menceritakan dengan cukup rinci. Jika berkuliah di ITB, kita harus memilih fakultas terlebih dahulu. Pemilihan jurusan dilakukan ketika akan masuk ke tingkat 2. Jadi pada mulanya, ia memilih Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan karena menginginkan untuk masuk jurusan Teknik Sipil. “Tapi setelah mengikuti mata kuliah Pengantar Rekayasa Desain yang memberi materi soal offshore platform dan diberi tugas untuk membuat sebuah prototype alat untuk mengebor minyak di laut lepas. Terus aku niat banget gitu bikinnya. Eh Alhamdulillah dapat penghargaan”, ceritanya. Dari situ ia merasa sangat tertarik dengan jurusan Teknik Kelautan dan memilih jurusan tersebut pada pilihan pertama.

Mengenal Teknik Kelautan ITB

Teknik Kelautan ITB berada di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Selain mempelajari struktur di pantai dan di lepas pantai, di Teknik Kelautan ini juga tidak mengesampingkan faktor alamnya. “Kita belajar juga oseanografinya, seperti arus, pasang surut, persebaran sedimennya, sebelum membangun struktur lainnya”, katanya. Jadi pembangunan struktur di pantai tidak lepas dari keilmuan lain seperti Teknik Sipil dan Oseanografi.

Apa saja yang dipelajari?

Di Teknik Kelautan ITB, pada semester 3 dan 4 akan dipelajari tentang ilmu-ilmu dasar tentang Teknik Kelautan meliputi Hidrodinamika, Analisis Rekayasa Dasar dan juga Bahan Bangunan Laut. “Kalau semester 5-6 itu udah ke bagian Teknik Kelautannya banget, kaya Pelabuhan dan Manajemen Konstruksi Bangunan Laut”, tambahnya. Ia pun bercerita lebih lanjut mengenai mata kuliah Manajemen Konstruksi Bangunan Laut. Di akhir perkuliahan mata kuliah ini terdapat sebuah tugas besar yang menugaskan mahasiswanya untuk membuat simulasi proyek suatu pelabuhan. “Mulai dari desain pelabuhan, pengerjaan, sampai ke anggaran semuanya dibuat. Nanti kalau anggarannya jauh dari harga aslinya, bisa dipertanyakan itu keseriusan pengerjaan tugasnya”, ceritanya. Pada tingkat 4 dipelajari tentang penerapan ilmu yang sudah dipelajari untuk langsung dipraktikan ke lapangan.

Kegiatan dan Fasilitas Perkuliahan

Selama berkuliah di Teknik Kelautan, Suciana merasa fasilitas yang dimiliki oleh prodi tersebut telah cukup mumpuni. Di prodi ini terdapat lab hidro yang sudah lengkap pula isinya, mulai dari model gelombang 2 dimensi hingga 3 dimensi. “Jadi untuk pengambilan data tidak perlu ke Balai Pantai yang di Bali”, ujarnya.  Selain itu juga terdapat banyak praktik dan kuliah lapangan sehingga mahasiswanya mampu untuk memvisualisasikan langsung materi yang dipelajari di kelas. “Pernah kuliah lapangan ke Ancol, habis itu ke Bali, lihat proyek pelindung pantai”, ceritanya.

Suci juga menceritakan tentang kegiatannya berorganisasi di himpunan mahasiswanya yaitu Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan. Yang membuatnya senang adalah ketika proses ospek jurusan (osjur) di himpunan ini berbeda dari himpunan lainnya. Jika himpunan lain masih menggunakan metode agitasi (marah-marah gitu deh), himpunan ini menerapkan ospek jurusan yang bersifat kekeluargaan. “Iya jadi pas osjur itu kita kaya seneng-seneng gitu, disuruh bikin acara, engga ada tekanan sama sekali”, ceritanya.

Pernah Tenggelam Bersama Bulan-Bulan Lainnya

Layaknya pada setiap kehidupan, ada masa-masanya kita berada di atas dan di bawah. Begitu pula Suci, ia pernah mengalami masa-masa duka selama berkuliah. “Masa TPB (tahun pertama) itu adalah masa-masa yang paling berat di hidup aku, karena setiap mahasiswa ITB merupakan bulan di sekolahnya dulu masing-masing, lalu ketika di ITB semua bulan berkumpul, dan dari bulan-bulan itu semua berkompetisi untuk menjadi yang paling terang, membuat jadi ga pede”, ujarnya sambil sedikit berkaca-kaca.

Jadi untuk teman-teman semua, ia berpesan untuk tetap menjalani apa yang sudah dipilih. Tidak ada jurusan yang paling susah ataupun paling mudah. Setiap jurusan memiliki kesulitannya masing-masing. “Jadi tidak perlu merasa paling berat menjalani perkuliahan. Yang penting tetap semangat!”, tambahnya.

Nah itu tadi hasil perbincangan tim OceanPulse dengan salah satu optijen tentang pengalaman kuliah di teknik kelautan. Semoga bermanfaat ya!

 

Baca Juga

Bincang-Bincang Jurusan Teknik Kelautan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *