Peristiwa Dibalik Peringatan Hari Dharma Samudera

Education Program
March 19, 2018
Tertarik Mengambil Jurusan di Bidang Kelautan?
January 16, 2019

Hari Dharma Samudera

Tanggal 15 Januari merupakan hari bersejarah yang patut dikenang oleh masyarakat Indonesia dengan disematkannya hari tersebut sebagai Hari Dharma Samudera. Lalu apa yang menjadi dasar di balik peringatan hari tersebut?

Hari Dharma Samudera diperingati sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Laut Aru. Dalam pertempuran tersebut juga turut menewaskan Laksamana Madya TNI (Ant.) Yosaphat Soedarso, atau yang dikenal sebagai Komodor Yos Sudarso. Pertempuran ini terjadi setelah Ir. Soekarno mencetuskan Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) di Yogyakarta, 19 Desember 1961 yang bermaksud merebut tanah Irian Barat dari kekuasaan Belanda.

Pertempuran Laut Aru

Pada 15 Januari 1962, tiga kapal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) sedang melakukan misi infiltrasi sebagai salah satu langkah merebut kembali Irian Barat ke tanah air. Tujuan dari misi ini adalah pendaratan pasukan yang berisi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan sejumlah sukarelawan ke Irian Barat.

Sejatinya terdapat empat buah kapal berjenis Motor Torpedo Boat buatan Jerman Barat yang melakukan misi tersebut yaitu RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang, RI Harimau dan RI Singa. Namun RI Singa mengalami kerusakan mesin dalam perjalanannya ke Irian Barat sehingga harus kembali. Kemudian ketiga kapal lainnya berhasil mendarat di Kaimana, Irian Barat.

Dalam perjalanan kembali ke markas di Makassar, ketiga kapal tersebut dipergoki oleh dua pesawat milik Belanda. Kedua pesawat itu langsung melaporkan pada kapal perang Angkatan Laut Belanda yang tengah beroperasi di dekat perairan tersebut. Sehingga datanglah tiga kapal tersebut langsung mendekat dan menghadang kapal Indonesia di tengah Laut Aru. Pertempuranpun tak terhindarkan.

Kapal milik Indonesia seharusnya dilengkapi senjata torpedo, namun senjata utama tersebut ditanggalkan karena mengutamakan terangkutnya pasukan. Ketidakseimbangan senjatapun terjadi sehingga kapal-kapal Indonesia memutuskan untuk kembali dan menghindar. Namun pasukan Belanda tidak melepaskan begitu saja. Guna menyelamatkan dua kapal lainnya, Komodor Yos Sudarso yang memimpin pasukan tersebut memutuskan kapal yang ditumpanginya, RI Macan Tutul, melakukan manuver untuk bergerak lurus menuju salah satu kapal Belanda, sehingga menjadi sasaran utama dari kapal-kapal Belanda.

Kobarkan semangat pertempuran!

Kapal RI Macan Tutulpun langsung dihantam serangan-serangan dari pasukan Belanda dan kemudian tenggelam. Komodor Yos Sudarso masih sempat menyampaikan pesan terakhirnya kepada dua kapal lain melalui saluran radio yaitu “Kobarkan semangat pertempuran!”. Sedangkan kedua kapal lainnya berhasil selamat. Dalam peristiwa itu Komodor Yos Sudarso bersama 25 orang lain di kapal tersebut meninggal dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

Setelah pertempuran itu, Ir. Soekarno menetapkan hari tenggelamnya RI Macan Tutul sebagai Hari Dharma Samudera. Semangat perjuangan dan keberanian para pahlawan yang gugur di pertempuran tersebut dalam mengarungi samudera demi membela negara patut menjadi contoh dan diteladani oleh masyarakat Indonesia. Selain itu peringatan hari Dharma Samudera juga diharapkan dapat mengobarkan semangat Indonesia sebagai negara maritim.

Tonton juga video dari channel TNI Angkatan Laut mengenai peristiwa Pertempuran Laut Aru ini. Lebih emosional dan mengharukan!

1 Comment

  1. […] Peristiwa Dibalik Peringatan Hari Dharma Samudera […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *