Produk Perikanan di Wilayah Jakarta dan Bogor Dilaporkan Terkontaminasi Bakteri yang Tahan Terhadap Antibiotik

Hal-Hal yang Harus Diketahui Mengenai Pelindung Pantai
December 7, 2020
Divingnya Jangan Ganggu Terumbu Karang, Ya!
December 10, 2020
produk perikanan

Produk perikanan merupakan komoditas unggulan untuk menunjang kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia, ikan salah satunya. Jaminan mutu dan keamanan produk perikanan ini menjadi hal penting dalam dalam penyediaannya karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan konsumen. Namun sayangnya, bahan pangan seperti ini mudah mengalami pembusukan dan kerusakan yang salah satunya disebabkan oleh adanya kontaminasi mikroba.

Produk Perikanan Rentan Terkontaminasi Bakteri

Bakteri Salmonella spp. merupakan bakteri yang biasanya mencemari produk pangan, dan menyebabkan beberapa gangguan kesehatan diantaranya demam, mual, muntah dan diare. Sebagian besar sumber bakteri Salmonella pada bahan pangan berasal dari hewan, salah satunya dari produk perikanan. Kontaminasi bakteri ini kian menjadi salah satu permasalahan dunia. Penanganan produk yang tidak mengutamakan kebersihan dan kesehatan serta ketidaksempurnaan proses pengolahan menjadi penyebab terjadinya infeksi bakteri Salmonella pada manusia.

Yennie dkk., (2017) melaporkan dalam penelitiannya bahwa jumlah keseluruhan kasus Salmonella spp. pada produk perikanan segar di pasar tradisional dan modern wilayah Jakarta dan Bogor mencapai 32% mencakup produk ikan, kerang, udang, dan cumi-cumi. Hal ini menunjukkan bahwa kontaminasi bakteri ini cukup besar dan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi yang memakannya. Ternyata, banyak faktor yang dapat menyebabkan kontaminasi Salmonella. Mulai dari lingkungan budidaya atau penangkapan, penanganan pascapanen, transportasi saat distribusi produk, dan penanganan saat produk hendak dijual.

Kebal Antibiotik

Penanganan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini biasanya dilakukan dengan memberikan obat antibiotik. Namun sayangnya, setelah berpuluh tahun orang menggunakan antibiotik untuk pengobatan, justru bakteri ini membentuk daya tahan tersendiri dalam melawan beberapa jenis antibiotik. Kesalahan dalam penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berulang mengakibatkan beberapa jenis antibiotik tidak bekerja dengan baik alias sudah tidak dapat membunuh bakteri tersebut. Keadaan seperti ini nantinya akan menjadi lebih sulit untuk penyembuhan kasus infeksi Salmonella baik pada manusia atupun hewan.

Penelitian Yennie dkk. (2017) ini juga mengungkapan mengenai daya tahan Salmonella terhadap beberapa antibiotik yang diberikan. Terdapat satu hasil isolasi bakteri Salmonella dari ikan tenggiri memiliki ketahanan terhadap tiga jenis antibiotik tetracycline, erythromycin, dan amoxicillin clavulanic acid. Dua hasil isolasi bakteri Salmonella dari udang segar memiliki ketahanan terhadap dua jenis antibiotik erythromycin, dan amoxicillin clavulanic acid, dan satu hasil isolasi bakteri Salmonella yang berasal dari kerang justru memiliki ketahanan terhadap empat jenis antibiotik tetracycline, nalidixic acid, erythromycin, dan amoxicillin clavulanic acid.

Peningkatan Resistensi Bakteri Banyak Dilaporkan

Terjadinya ketahanan atau resistensi Salmonella terhadap antibiotik ini harus menjadi perhatian khusus dalam hal pangan. Ternyata peningkatan resistensi bakteri Salmonella ternyata sudah banyak dilaporkan. Di Indonesia sendiri kasus infeksi bakteri Salmonella yang kian meningkat adalah demam tifoid yang diiringi dengan meningkatnya ketahanan bakteri ini terhadap beberapa jenis antibiotik semenjak tahun 2001. Diperkirakan pada tahun 2050 resistensi mikroba akan melonjak tinggi dengan angka kematian mencapai 10 juta jiwa per tahun dan bakteri Salmonella spp. merupakan salah satu bekteri yang meningkat resistensi terhadap antibiotik.

Mengingat pentingnya jaminan mutu dan kemanan pangan sangatlah penting, maka sangat diperlukan adanya upaya terpadu untuk mengatasi masalah ini. Dimulai dari pengolahan hasil produk perikanan yang harus memenuhi kriteria syarat kebersihan dan kesehatan. Tak hanya itu, pengaturan penggunaan antibiotik pada manusia dan hewan secara tepat dan bertanggung jawab juga sangat diperlukan, sehingga peluang adanya bakteri yang resisten terhadap antibiotik tidak semakin meningkat.

produk perikanan

Infografis: Produk Perikanan di Wilayah Jakarta dan Bogor Dilaporkan Terkontaminasi Bakteri yang Tahan Terhadap Antibiotik

Referensi:

Yennie, Y., R. Aulia, dan T. Handayani. 2017. Keberadaan dan Multiresistensi Antibiotik Salmonella spp. Dari Produk Perikanan Segar di Wilayah DKI Jakarta dan Bogor. JPB Kelautan dan Perikanan, 12(1), 79-90.


Penulis:

Dewi Asri Anggraini

Artikel ini ditulis dalam rangka Final Project Creative Information and Communication Internship Program 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *