The Meg: Hiu Megalodon Raksasa

Deepwater Horizon: Kecelakaan Kerja di Lepas Pantai
March 7, 2019
The Little Mermaid: Kisah Putri Duyung yang Melegenda
March 14, 2019

Hai Optijen! Sudah pernah nonton film The Meg belum? Kalau yang sudah nonton pasti tahu dong film yang mengangkat hewan raksasa Megalodon ini?. Kali ini Ocean Pulse bakal bahas nih tentang film The Meg karya sutradara Jon Turteltaub yang dirilis tahun 2018 dan apa aja yang menarik di dalamnya. Hal pertama yang akan kita bahas adalah bintang utama pada film ini yaitu “The Meg” atau Megalodon.

megalodon

Perbandingan ukuran Megalodon dengan hewan lainnya

Megalodon Hiu Raksasa yang Punah

Megalodon (Carcharocles megalodon) yaitu hiu raksasa yang tergolong sebagai binatang yang sudah punah yang hidup sekitar 2,6 juta tahun yang lalu. Kenapa bisa disebut hiu raksasa? Menurut penelitian terhadap fosil yang ditemukan diperkirakan seekor megalodon dewasa dapat memiliki panjang 14,3 meter dan ukuran terbesarnya dapat mencapai 17,9 meter. Namun, beberapa peneliti berpendapat kalau megalodon ini panjangnya bisa mencapai 25 meter, hiu putih saja hanya memiliki panjang kurang lebih 5 m. Berat yang dapat dimiliki oleh megalodon dapat mencapai 30-65 ton. Bahkan megalodon betina memiliki berat dan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan megalodon jantan. Bisa dibayangkan, seberapa besar hiu ini sehingga pantas bagi megalodon disebut sebagai ikan terbesar yang pernah hidup.

Menurut penelitian mengenai fosil megalodon, ditemukan bahwa megalodon hidup pada awal masa Miosen (sekitar 23 juta tahun yang lalu) hingga masa Pliosen (2,6 juta tahun yang lalu). Megalodon ini menyukai suhu yang hangat dan biasanya megalodon ini mencari makan di perairan yang hangat dan juga dangkal. Fosil megalodon ditemukan di semua benua kecuali benua Antartika. Jadi bisa disimpulkan kalau persebaran megalodon ini mencakup seluruh perairan yang ada di bumi ini.

Dari beberapa fosil megalodon yang ditemukan salah satunya adalah bentuk gigi. Bentuk gigi yang dimiliki megalodon memiliki kesamaan dengan bentuk gigi dari hiu putih yang ada saat ini. Jika dibandingkan ukuran gigi megalodon besarnya hampir sebesar telapak tangan orang dewasa dengan diameter mulut yang dimiliki megalodon kurang lebih sebesar 3 meter. Sebuah penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui besarnya daya gigit dari seekor Megalodon mencapai 108.514 dan 182.201 Newton, sedangkan gigitan manusia hanya sebesar 1.317 Newton. Dengan tubuh dan gigi yang besar menjadikannya sebagai pemilik puncak rantai makanan di laut dan menjadikannya tidak memiliki predator. Megalodon biasanya makan berupa mamalia besar yang berada di lautan seperti hiu, paus, dan juga lumba-lumba.

megalodon

Ukuran mulut Megalodon dibandingkan dengan tubuh manusia

Megalodon diyakini telah punah, dimulai ketika bumi memasuki zaman es. Ketika air mulai membeku yang terpusat di kutub utara dan kutub selatan. Dengan kondisi iklim yang mendingin membuat megalodon yang menyukai suhu yang hangat menjadi kesulitan untuk bertahan hidup hingga akhirnya punah.

Palung Mariana

Nah selanjutnya, kita akan bahas hal menarik lainnya yang ada di film The Meg. Ada yang tahu dimana letak laut terdalam yang ada di dunia? Jawabannya bisa kalian dapatkan dari film The Meg. Yap, jawabannya yaitu di Palung Mariana (Mariana Trench).

Palung Mariana yang berada di sebelah Barat Laut Samudera Pasifik, atau sekitar 200 km sebelah Timur dari Pulau Mariana di Filipina. Palung Mariana terkenal sebagai palung terdalam yang ada di dunia dengan kedalaman yang tercatat 10.984 meter (hampir 11 km). Jika dibanding dengan Gunung Everest yang merupakan tempat tertinggi di dunia yang memiki ketinggian yaitu 8.848 meter. Berdasarkan informasi tersebut, berarti Palung Mariana 2.147 meter lebih dalam dibandingkan tinggi dari Gunung Everest. Selain itu, Palung Mariana memiliki panjang 2.540 km dan lebarnya 69 km.

megalodon

Lokasi Palung Mariana

Bagaimana sih sebenarnya Palung Mariana ini terbentuk? Jawabannya karena adanya subduksi antara dua lempeng yaitu lempeng Samudera Pasifik dengan lempeng Filipina. Subduksi adalah peristiwa saling bertabraknya dua lempeng dan salah satu dari lempeng tersebut menghujam ke bawah lempeng lainnya. Tujaman tersebut akhirnya membentuk cekungan yang sempit dan dalam yang disebut dengan palung.

Mariana ArcCross section of the Mariana Arc showing the Mariana Trench. The diagram was generated by the U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration following the 2004 Pacific Ring of Fire expedition.Dr. Robert W. Embley—PMEL/NOAA

Lalu bagaimana kondisi di dalam Palung? Sebagai tempat paling dalam di bumi, di dalam palung tersebut tidak ada cahaya, dan ditambah memiliki tekanan yang bisa dibilang ekstrem. Karena hal itu pula, sampai saat ini masih sangat sulit untuk mengeksplorasi apa yang ada di dalam sana. Walaupun dengan kondisi ekstrem di dalam palung, ternyata masih ada lho makhluk hidup yang bisa hidup disana. Menurut penelitiaan, secara umum terdapat 3 jenis organisme yang hidup di sana yaitu xenophyphora, amphipoda, dan teripang laut kecil (holothurians). Xenophyophora menyerupai amuba namun dengan ukuran yang lebih besar. Mereka makan dengan menyerap makanan dari lingkungan sekitarnya. Amphipoda adalah pemakan bangkai udang yang ada di laut dalam. Sedangkan Holothurians merupakan spesies baru teripang yang aneh dan tembus cahaya.

Ada satu fakta menarik yang perlu kita ketahui nih optijen. Ternyata walaupun di lautan yang terdalam sekalipun terdapat adanya polutan, lho. Berdasarkan hasil uji terhadap jaringan amphipoda yang diperoleh dari Palung Mariana, didapatkan bahwa di jaringan itu terdapat tingkat polutan yang tinggi. Dan secara mengejutkan polutan yang ada itu merupakan polutan yang dihasilkan akibat kegiatan industri antara tahun 1930 hingga tahun 1970. Polutan yang ditemukan tidak dapat hilang secara alami. Bahkan semakin lama, polutan yang masuk ke dalam makhluk hidup akan terakumulasi. Bayangkan jika kita memakan makanan dari laut yang mengandung akumulasi polutan selama bertahun-tahun? Kira-kira apa yang akan terjadi? Pastinya polutan yang sudah terakumulasi dalam makanan yang kita makan akan berpindah ke dalam tubuh kita dan bisa menimbulkan berbagai macam penyakit yang berbahaya.

Jadi sudah tahu kan kenapa kita harus menjaga lingkungan kita dari sampah dan juga polutan. Mulai dari sekarang yuk kita jaga lingkungan kita, tidak ada kata terlambat untuk melakukan hal yang baik Optijen. Mari kita mulai dari pribadi kita masing-masing, lalu kita tularkan kepada lingkungan sekitar kita.

 

Penulis: Romanu

Editor: Nissa

1 Comment

  1. Dua hal yang dibahas di sini bikin takjub. Ya hiu raksasa, si palung mariana yang paling dalam.
    Karena belum bisa nge eksplor sendiri, dari nonton ini kayak udah ikutan jalan-jalan ngerasain semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *